Pesan Ikatan Dokter Anak Indonesia Terkait Serangan terhadap Rumah Sakit di Suriah

Pesan Ikatan Dokter Anak Indonesia

Terkait Serangan terhadap Rumah Sakit di Suriah

Gelombang serangan udara menghancurkan sebuah rumah sakit di Aleppo, sebuah kota di bagian utara Suriah, pada tanggal 28 April 2016. Serangan terhadap Rumah Sakit Al Quds, Aleppo tersebut menewaskan seorang dokter spesialis anak, dokter gigi dan perawat, pasien anak serta masyarakat awam di sekitar lokasi serangan.

            Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban. Peristiwa ini sangat disesalkan, tidak hanya karena memakan korban rekan sejawat dan menghancurkan fasilitas kesehatan yang minim di daerah tersebut, namun juga karena perang mengancam kelangsungan jiwa dan kesejahteraan anak-anak di lokasi konflik dalam segala aspek.

            Seluruh dokter spesialis anak Indonesia turut mendoakan agar konflik dapat segera berakhir dan masyarakat Aleppo, Suriah segera mendapatkan ketenangan dan mampu bangkit kembali dari masa sulit ini. Semoga kekerasan perang sejenis tidak terjadi lagi di manapun di belahan dunia ini.

 

Message From Indonesian Pediatric Society

Related to Hospital Attacks in Syria

            A wave of airstrikes destroyed a hospital in Aleppo, a city in northern Syria, on April 28, 2016. The attacks on Al Quds Hospital, Aleppo, killed a pediatrician, a dentist, nurses, children and civilians at the location of the attack.

            Indonesian Pediatric Society (IPS) express our deepest condolences to the families of the victims. We truly regret this incident, not only because it caused the death of our colleague and destroy the already scarce medical facilities there, but also because war threatens the lives of all children in conflict areas as well as their well-being.

            Indonesian pediatricians pray that the conflict may come to an end soon and that the people of Aleppo, Syria may be at peace and able to bounce back from this difficult time. We hope there will be no more similar war crimes occuring anywhere in this world.