Mengapa ASI Eksklusif Sangat Dianjurkan pada Usia di Bawah 6 Bulan


Banyak bukti ilmiah yang memperlihatkan bahwa ASI yang diberikan secara eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan dapat mencukupi kebutuhan nutrisi bayi untuk tumbuh dan berkembang. Beberapa contoh diantaranya, kolostrum (ASI pada hari 1-5) kaya protein, laktosa ASI sebagai sumber karbohidrat diserap lebih baik dibanding yang terdapat di dalam susu formula.

Komposisi protein yang lebih banyak whey sehingga lebih mudah diserap oleh usus bayi. Beberapa asam amino dan nukleotida yang berperan pada perkebangan jaringan otak, saraf, kematangan usus, penyerapan besi, dan daya tahan tubuh berada dalam jumlah yang lebih besar dibanding dalam susu formula.

Lemak dalam ASI selain jumlahnya lebih besar, profilnya juga berbeda dibanding lemak di dalam susu formula. Lemak juga diperlukan untuk pertumbuhan jaringan saraf dan retina mata. Disamping itu, ASI juga kaya akan vitamin dan mineral yang sangat berguna untuk pembentukan sel dan jaringan.

Yang perlu dipahami dalam pemberian ASI adalah produksi ASI yang tidak selalu sama setiap harinya; yaitu antara 450 - 1200 ml per hari, sehingga bila dalam 1 hari dirasakan produksinya berkurang, maka belum tentu akan begitu seterusnya. Bahkan pada 1-2 hari kemudian jumlahnya akan melebihi rata-rata sehingga secara kumulatif akan mencukupi kebutuhan bayi.

Setelah 6 bulan makan apa yang sebaiknya diberikan?

Setelah usia 6 bulan, ASI tetap diteruskan, tetapi sesuai dengan perkembangan sistem saluran cerna, bayi mulai diberikan makanan pendamping ASI secara bertahap baik jumlah maupun jenis makanannya. Dimulai dengan memberikan biskuit dan buah, dilanjutkan dengan bubur susu dan nasi tim. Pemberian nasi tim blender perlu mendapat perhatian; tidak perlu atau hanya sementara (1 bulan), yaitu sebagai peralihan dari bubur susu ke nasi tim saring. Pemberian nasi tim blender terlalu lama seringkali membuat bayi sulit berpindah ke makanan bertekstur yang akhirnya menyebabkan gangguan makan pada anak di kemudian hari.

Saluran cerna sehat merupakan kunci kesehatan anak keseluruhan

Saluran cerna merupakan organ yang unik. Bagaikan sebuah tabung yang terbentang dari mulut sampai ke anus dengan berbagai fungsi yang berkesinambungan pada tiap bagiannya. Dengan bantuan enzim yang terkandung pada air liur, makanan dikunyah dan didorong sampai ke dalam lambung. Selanjutnya dengan gerakan peristaltik, makanan didorong ke dalam usus halus dan usus besar. Di dalam usus halus, makan dicerna dan diserap sebagai zat nutrisi yang diperlukan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Saluran cerna juga berfungsi sebagai barier antara dunia luar dan dalam dari tubuh manusia.

Saluran cerna tersusun dari jaringan limfoid (40%) dan 80% selnya menghasilkan antibodi. Jaringan limfoid saluran cerna sendiri merupakan jaringan limfoid terbesar di dalam tubuh manusia. Oleh karena itu, wajar bila saluran cerna sangat berperan dalam mekanisme pertahanan (sistem imun) tubuh secara keseluruhan.

Diharapkan dengan mempunyai saluran cerna yang sehat, anak lebih terproteksi dari berbagai bakteri patogen dan lebih tolerans dari bahan makanan yang bersifat alergen (menimbulkan penyakit alergi). Secara ringkas dapat disimpulkan bahwa dengan saluran cerna yang sehat akan menghasilkan sistem pertahanan tubuh yang baik sehingga anak lebih jarang sakit dan dapat tumbuh serta berkembang secara optimal

Pesan yang dapat diberikan adalah berikan nutrisi yang terbaik sesuai usia anak. ASI merupakan nutrisi pilihan pertama dan utama bagi bayi berusia 0-6 bulan. Makanan pendamping ASI harus diberikan setelah bayi berusia 6 bulan.Menciptakan lingkungan saluran cerna yang didominasi oleh bakteri baik merupakan salah satu upaya menjaga kesehatan saluran cerna. ASI secara eksklusif telah terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan kesehatan saluran cerna.Pada akhirnya, anakharus diajarkan dan dibiasakan pola hidup sehat dan makan makanan yang sehat.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dr. Badriul Hegar, Ph.D, SpA(K)

Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI - RSCM
Ikatan Dokter Anak Indonesia

Silahkan bagikan artikel ini jika menurut anda bermanfaat bagi oranglain.