Benarkah vaksin mengandung zat-zat berbahaya? (Bagian 2)


Isu bahaya timerosal dalam vaksin sudah beredar sejak tahun 1930-an saat zat ini pertama kali digunakan sebagai bahan pengawet vaksin. Timerosal adalah senyawa merkuri organik atau dikenal sebagai sodium etilmerkuri thiosalisilat, yang mengandung 49,6% merkuri. Selain berfungsi sebagai bahan pengawet vaksin, timerosal juga efektif dalam membunuh bakteri dan jamur. Zat ini digunakan terutama di kemasan vaksin multidosis untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme.

Timerosal dalam vaksin adalah hasil metabolisme etil merkuri. Zat ini tidak akan terakumulasi dalam tubuh karena cepat dimetabolisme dan dapat dikeluarkan melalui urin. Zat etil merkuri ini sering tertukar dengan metil merkuri yang merupakan zat berbahaya bagi tubuh. Metil merkuri bersifat neurotoksik dan nefrotoksik serta dapat menyebabkan gangguan perkembangan.

Baca juga : Apa saja fakta dan mitos tentang vaksinasi?

Dr. Piprim B. Yanuarso, Sp.A(K) mengatakan bahwa pada bayi usia 6 bulan yang telah diimunisasi rutin, jumlah kadar merkuri dalam vaksin yang diterima adalah 1,25  mcg/kgBB/minggu. Angka tersebut masih sangat aman, melihat batas maksimal kadar merkuri yang diperbolehkan oleh EPA (Environmental Protection Agency) dan WHO (Wolrd Health Organization) adalah 34 mcg/kgBB/minggu dan 159 mcg/kgBB/minggu secara berurutan.

Pada tahun 90-an, timerosal sering dikaitkan dengan kejadian autisme. Adanya isu tersebut berakhir dengan ditariknya timerosal dari komposisi vaksin. Namun ternyata, setelah penarikan timerosal tersebut jumlah kasus autisme tetap tinggi dan cenderung meningkat. Hal ini menandakan tidak adanya data yang cukup kuat utk menyimpulkan apakah ada/tidak hubungan timerosal dengan autisme.

Isu kandungan vaksin berbahaya adalah tidak benar. Kandungan vaksin sudah terbukti aman, sehingga tidak ada alasan untuk tidak melakukan vaksinasi. Ayo, segera imunisasi anak Anda!

Baca juga : Benarkah vaksin mengandung aluminium?

Penulis : Dr. Siti Rayhani Fadhila, BMedSc (Hons.)

Reviewer : Dr. Piprim B. Yanuarso, Sp.A(K)

*Artikel ini dibuat berdasarkan presentasi Dr. Piprim B. Yanuarso, Sp.A(K) pada Pekan Imunisasi Dunia 2017 tanggal 26 April 2017 di Kantor IDAI.

Sumber gambar : kemkes.go.id

 

Artikel lainnya:

Tanya jawab DTP

Tanya jawab campak dan MMR

Tanya jawab cacar air


Silahkan bagikan artikel ini jika menurut anda bermanfaat bagi oranglain.