Upaya signifikan untuk menurunkan kematian anak yang harus didukung oleh semua pihak


Simposium Imunisasi ke-2 yang diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia melalui Satuan Tugas Imunisasi IDAI, bekerjasama dengan IDAI Cabang DKI Jakarta pada tanggal 19 November 2010, menyampaikan bahwa newborn survival, penyakit infeksi, dan nutrisi masih menjadi masalah kesehatan utama pada anak di Indonesia saat ini dan salah satu bagian terpenting dari Program Nasional Bagi Anak Indonesia adalah menurunkan angka kematian bayi dan balita. Hal tersebut memang menjadi tanggung jawab Pemerintah untuk mengatasinya, tetapi Pemerintah harus dibantu. Siapa yang harus membantu? semua pihak harus berpartisipasi sesuai kompetensinya masing-masing. Petugas kesehatan memberikan pelayanan kesehatan baik preventif, kuratif, maupun rehabilitatif yang optimal; Media memberikan informasi yang tepat ; dan LSM membantu meningkatkan kepedulian masyarakat secara akurat. Meskipun belum optimal, tapi kita perlu berbangga bahwa komponen-komponen tersebut telah memberikan konstribusinya.

Imunisasi merupakan salah satu upaya yang terbukti efektif secara ilmiah untuk pencegahan penyakit infeksi berat, di samping pemberian Air Susu Ibu selama 6 bulan, nutrisi seimbang, peningkatan higiene perorangan dan lingkungan yang juga merupakan kebutuhan dasar kesehatan anak secara umum yang harus dipenuhi. Secara global kita diminta untuk memberikan imunisasi secara lengkap kepada anak dibawah usia 1 tahun sebesar 90% coverage nasional. Agar upaya tersebut berhasil tentunya diperlukan (1) assessment terhadap performance, kualitas, dan safety strategi imunisasi melalui berbagai indikator, survailens epidemiologi, konfirmasi laboratorium, serta impact pada negara terkait, dan (2) assessment dari penyakit yang dapat dicegah oleh imunisasi saat ini dan akan datang, baik dalam hal penyakitnya, kematian, dan kecacatan, bahkan masalah ekonomi.

Perkembangan ilmu pengetahuan harus diterima. Hasil Penelitian dapat mendukung program yang sedang berlangsung dan bahkan dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki program yang telah berlangsung. Hal tersebut wajar dan bahkan sangat perlu sehingga pengkajian dapat berlangsung secara terus menerus. Akan tetapi, yang penting adalah bagaimana kita mengkaji suatu temuan ilmiah, apakah sahih atau tidak yang tentu ada aturannya sehingga ilmu tersebut dapat diaplikasi. Saya percaya Pemerintah telah mengatisipasi perkembangan tersebut, dengan membentuk badan-badan khusus untuk memantau program, kajian ilmu, dan kejadian ikutan imunisasi, yang juga mengikutsertakan profesional terkait.

Dalam memberikan suatu obat termasuk vaksin, harus dikaji safety, efikasi, dan efektivitas dari vaksin yang akan diberikan. Hal ini syarat mutlak yang harus dipenuhi sebelum obat atau vaksin tersebut dipasarkan dan masuk satu negara. Dan, saya yakin Pemerintah melalui BPOM telah menjalankan hal tersebut secara teliti sebelum vaksin tersebut diijinkan beredar di Indonesia. IDAI sebagai organisasi profesi di bidang ilmu kesehatan anak, hampir selalu diminta pendapatnya dalam mengkaji suatu vaksin termasuk perkembangan yang ada, walaupun demikian ijin edar tetap ditentukan oleh BPOM.

Kepada Satgas Imunisasi IDAI, Dr. Hegar juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas segala upaya yang telah diberikan untuk selalu membantu program Pemerintah dalam menurunkan angka kematian anak melalui imunisasi. Salah satunya, adalah melalui simposium yang telah dilaksanakan untuk kedua kalinya ini. Simposium ini, sangat perlu sekali. Di sini kita berkumpul dengan berbagai kesamaan dan bahkan perbedaan pemahaman tentang imunisasi. Dan, dalam pertemuan ini, kami berharap akan terjadi pertukaran informasi dan pengalaman baik dari teman-teman di program, teman teman di profesi, dan teman teman di lapangan. Pertukaran informasi ini sangat perlu untuk melengkapi kekurangan yang ada agar upaya kita menurunkan angka kematian anak menjadi makin optimal. Diyakini pula, bahwa kita semua ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita, sehingga tidak mungkin kita akan memberikan sesuatu untuk mencelakannya.

Pada penutupan sambutannya, Dr. Hegar mengajak semua peserta simposium untuk satu niat yaitu meningkatkan ilmu pengetahuan di bidang imunisasi untuk kita terapkan kepada pasien kita; yaitu anak anak Indonesia, sehingga kita tidak hanya mengupayakan anak dapat lahir dengan selamat, tapi mereka juga dapat tumbuh sehat, dan berkembang secara optimal.

Dan menjadi tugas kita bersama menyiapkan anak yang sehat untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Healthy child for healthy Indonesia.

Penulis : Badriul Hegar
Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia


Silahkan bagikan artikel ini jika menurut anda bermanfaat bagi oranglain.