Membantu Anak Membangun Ketahanan Diri (Bagian I)


Pertumbuhan dan perkembangan anak memiliki kebutuhan dasar yang terdiri atas asuh, asih, dan asah. Asuh meliputi pemenuhan nutrisi, imunisasi, pakaian, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Asih meliputi kasih sayang orangtua dan orang-orang sekitar, rasa aman, harga diri, kebebasan, dan kebutuhan akan rasa berhasil. Sementara itu, asah mencakup stimulasi dan pendidikan di keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Pemenuhan kebutuhan dasar tersebut akan membantu anak mencapai potensinya secara optimal. Anak diharapkan dapat tumbuh sehat dan cerdas.

Selain itu, harapan orangtua tentunya tidak luput dari kualitas mental anak yang memiliki ketahanan diri yang baik. Kualitas ketahanan diri terlihat dari kemampuan anak untuk segera bangkit kembali ketika ia terjatuh, atau segera memperbaiki diri ketika ia melakukan kesalahan. Anak yang memiliki ketahanan diri yang baik akan segera bangkit dan berjuang lagi ketika ia mengalami kegagalan.

Kita semua memiliki kemampuan untuk mengembangkan ketahanan diri. Orangtua juga dapat membantu anak mengembangkan ketahanan dirinya dengan memberi contoh, mendorong, serta berdiskusi mengenai hal-hal seputar pendidikan ketahanan diri. Berikut beberapa cara yang dapat bermanfaat untuk membangun ketahanan diri pada anak.

  • Dorong anak untuk memiliki hubungan yang baik dengan teman dan keluarga. Anak yang memiliki teman akan belajar keterampilan empati serta merasakan kesulitan orang lain. Dukung anak untuk belajar menjadi teman yang baik agar ia dapat menambah teman dan menjalin hubungan yang baik dengan teman-temannya. Jalinan pendukung yang baik dari orangtua, teman, dan keluarga akan dapat membantu anak ketika ia mengalami kegagalan atau kekecewaan. Hubungan baik juga dapat dibina dalam lingkungan tempat ibadah sehingga anak juga dapat belajar mengatasi kekecewaan dengan doa, ibadah, dan hubungan dengan orang-orang sekitar.
  • Bantu anak belajar membantu orang lain. Anak yang sering merasa tidak mampu dapat terbantu melalui pengalaman membantu orang lain. Melalui pengalaman tersebut, ia dapat belajar melakukan tugas-tugas sederhana yang dapat membuatnya merasa lebih mampu. Hal ini dapat dilakukan dengan melibatkan anak dalam kegiatan sukarela bersama yang disesuaikan dengan usia. Diskusikan bagaimana anak dapat membantu orang lain semampunya.
  • Kembangkan kebiasaan rutin harian. Kegiatan rutin harian dapat membantu menciptakan rasa aman karena anak dapat memperkirakan hal-hal yang akan terjadi dalam sehari serta bersiap-siap melakukan kegiatan tersebut. Persiapan yang baik akan membantu anak menyelesaikan kegiatannya dengan baik.
  • Manfaatkan waktu senggang dengan baik. Waktu senggang atau waktu istirahat bermanfaat untuk mengajarkan pada anak untuk tidak terus-menerus mengkhawatirkan tugasnya. Ketika dalam waktu istirahat, ajak anak untuk mengalihkan perhatiannya sejenak dari tugas dan kewajiban. Dalam keadaan relaks, anak dapat memiliki kesempatan untuk mengembangkan aktivitasnya.

Penulis : Dr. Catharine Mayung Sambo, Sp.A

*Artikel ini pernah dimuat di kolom Klasika, KOMPAS, pada tanggal 4 September 2016.


Silahkan bagikan artikel ini jika menurut anda bermanfaat bagi oranglain.


Copyright © 2015, Ikatan Dokter Anak Indonesia, developed by PT Virtudraft Intermedia Telematika. All Rights Reserved