Memupuk Kemandirian Batita (Bagian 2)


 

Anak-anak senang ketika berhasil, tetapi terkadang mereka masih memerlukan bantuan dan dorongan agar timbul rasa percaya diri dan bahwa orangtua percaya ia mampu mandiri. Tidak jarang pula mereka memerlukan latihan dan pengawasan orang dewasa agar mampu melakukan kegiatan rutin sehari-hari. Pada kegiatan yang lebih rumit, terkadang anak masih memerlukan bantuan menyelesaikannya. Berikut ini beberapa tips mendampingi anak belajar melakukan tugas keseharian sendiri.

  • Ketika memanggil anak untuk melakukan suatu kegiatan rutin, seperti menyikat gigi sebelum tidur, lakukan dalam posisi duduk sehingga sejajar dengan pandangan mata anak. Dapatkan perhatiannya melalui sentuhan, kontak mata, dan menunjuk tempat atau benda yang dituju.
  • Kegiatan rutin yang rumit dapat dibagi menjadi beberapa langkah. Tuntun anak melakukan kegiatan itu sampai selesai dengan cara menyebutkan langkah demi langkah secara jelas dan bernada positif. Mengucapkan kalimat positif seperti, “Sekarang tangan sudah bersih, mari tutup kerannya”. Setelah aliran air berhenti, lanjutkan dengan “setelah itu mari keringkan tangan.” Lebih jelas dan efektif dibandingkan banyak melarang anak, seperti, “Jangan main air.”
  • Untuk anak yang lebih besar, langkah-langkah kegiatan dapat diperjelas dengan membuat foto tiap langkah kemudian menempelkannya di tempat berlangsungnya kegiatan. Sebagai contoh, foto cuci tangan dapat dipasang di atas tempat mencuci tangan.
  • Tunjukkan cara melakukan kegiatan langkah demi langkah, lalu lakukan bersama-sama atau bergantian. Apabila anak melewatkan salah satu langkah, ingatkan dan beri contoh lagi.
  • Untuk kegiatan sulit dan membuat anak malas mengerjakannya, arahkan anak dengan menggunakan kata semacam “pertama-tama” atau “mari” dan “lalu”. Sebagai contoh, “mari, ganti baju, lalu minum susu.”
  • Menawarkan pilihan dalam melakukan kegiatan rutin dapat membuat anak bersemangat. Sebagai contoh, ketika akan memakai baju, tawarkan pilihan baju dengan warna yang berbeda.
  • Ketika anak baru belajar melakukan rutinitas, penting untuk mendorong dan menyemangati anak agar ia berhasil. Bila ia sering dipersalahkan karena tindakannya kurang sempurna, keinginan untuk mencoba dapat berkurang. Bila anak mengalami kesulitan atau sedang tidak ingin melakukan kegiatan rutin, utarakan bahwa Anda memahami perasaannya dan bantu anak untuk melakukan kegiatannya dengan gembira.
  • Berikan dorongan semangat pada anak serta berikan penghargaan ketika satu kegiatan berhasil dilaksanakan.

Sesekali anak “mogok”, tidak melakukan kegiatan rutin yang diharapkan walaupun sudah dibujuk dengan berbagai cara. Dalam hal ini, orangtua dan pengasuh diharapkan tetap tenang dan berusaha mengajak anak melakukan kegiatan tersebut bersama-sama tanpa memarahi anak. Setelah selesai, tunjukkan bahwa hal tersebut dapat dilakukan bersama-sama, semangati anak agar dapat melakukannya sendiri lagi keesokan harinya, dan Anda akan tetap menemani dan membantu bila diperlukan.

Tiap anak berkembang dengan kecepatan berbeda. Apabila anak anda belum dapat melakukan banyak hal yang disebutkan dalam tulisan ini, tidak ada salahnya untuk mengajarkan cara melakukan kegiatan rutin sendiri pada anak. Pahami bahwa latihan kemandirian adalah proses belajar bagi anak dan orangtua yang perlu dilakukan setiap hari agar bermanfaat. Dengan demikian, anak dapat berkembang menjadi pribadi yang mandiri sesuai usianya.

Penulis : Dr. Catharine M Sambo, Sp.A

Ikatan Dokter Anak Indonesia

*Artikel ini pernah dimuat di kolom Apa Kata Dokter, KOMPAS pada tanggal Minggu, 20 November 2016

Lihat artikel Memupuk Kemandirian Batita (Bagian I)


Silahkan bagikan artikel ini jika menurut anda bermanfaat bagi oranglain.