Memupuk Kemandirian Batita (Bagian I)


Kemandirian sebagai salah satu perkembangan personal sosial merupakan keterampilan yang dapat diajarkan kepada anak sejak dini. Sebelum usia tiga tahun, ketika terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, diperlukan kepekaan untuk mengenali kebutuhan anak untuk mandiri dari orangtua dan pengasuh. Ketika anak belajar melakukan kegiatan sehari-hari, mereka belum dapat melakukannya dengan sempurna. Agar anak mampu mandiri, diperlukan kesempatan dan waktu yang cukup untuk berlatih.

Kemandirian pada batita dapat diasah melalui kegiatan rutin sepeti makan, berpakaian, menjaga kebersihan diri, dan partisipasi membereskan mainan atau membantu mengejar mengatur meja. Kemampuan makan sendiri timbul sejak masa bayi diperkenalkan pada makanan padat, dan dapat diasah dengan mengajari bayi memegang biskuit atau finger foods lainnya. Berikan cukup waktu bagi bayi untuk mengenali bentuk, warna, rasa makanan, serta cara memasukkannya ke mulut.

Aktivitas itu sebaiknya dilakukan berulang dalam suasana menyenangkan. Demikian pula ketika mulai memperkenalkan sendok. Biarkan anak berlatih mandiri tapi sediakan bantuan dan dorongan semangat apabila diperlukan. Sebaiknya tidak segera mengambil alih tindakan yang sedang dilakukan anak, kecuali berpotensi berbahaya. Berikut ini contoh kegiatan stimulasi berdasarkan usia.

  • Pada tahun pertama, penting untuk memberi rasa aman dan kasih sayang pada bayi, terutama pada bulan-bulan awal kehidupan. Ketika bayi menangis, cari dan atasi penyebabnya. Peluk dan belai bayi sesering mungkin sambil mengajaknya bicara, tersenyum, dan mengamati benda di sekitar. Pada usia 3-6 bulan, dapat mulai memperkenalkan mainan untuk digenggam dan diraih. Perkenalkan bayangan dirinya di cermin yang tidak mudah pcah. Bermain cilukba juga dapat dilakukan. Ketika bayi mulai makan makanan padat, tambahkan kegiatan makan sendiri, belajar mengelap wajah dan tangan, minum dari gelas yang tidak mudah pecah, dan menirukan cara memegang sendok atau sikat gigi. Ajari bayi isyarat sosial seperti bertepuk tangan atau melambaikan tangan untuk berpisah.
  • Ketika anak berusia satu tahun, tunjukkan cara melepas pakaian, melepas sepatu dan kaus kaki, atau menarik baju kaus melewati kepala. Tunjukkan pula cara menggunakan sendok dan minum sendiri melalui kegiatan makan bersama. Setelah makan, ajari anak untuk mencuci serta mengeringkan tangannya dan bantu apabila masih diperlukan. Mulai bantu anak untuk belajar menyikat gigi. Memperkenalkan kegiatan sehari-hari juga dapat dilakukan dengan kegiatan merawat boneka seperti cara memberi makan, menggendong, memandikan, dan meninabobokan boneka. Perkenalkan tempat untuk menaruh pakaian kotornya sendiri. Lakukan hal yang sama untuk menaruh sepatu. Bantu anak menentukan pilihan sendiri dengan menawarkan dua atau tiga pilihan. Jangan lupa melatihnya menyatakan keinginan tanpa banyak menangis atau mengamuk.
  • Di usia dua tahun, lanjutkan kegiatan yang telah berhasil dilakukan sendiri oleh anak, dengan tambahan keterampilan yang sedikit lebih rumit. Misalnya belajar memakai baju, makan, mengelap mulut, mencuci tangan, dan mengeringkannya sendiri. Anda dapat mulai melatih toilet training pada usia ini. Perkenalkan satu atau dua aturan rumah yang sederhana, seperti cuci tangan sebelum makan. Ingatkan anak untuk melakukannya sendiri agar hal tersebut menjadi kebiasaan.

Penulis : Dr. Catharine Mayung Sambo, Sp.A

Ikatan Dokter Anak Indonesia

*Artikel ini pernah dimuat di kolom Apa Kata Dokter, KOMPAS pada tanggal 13 November 2016.

Lihat artikel Memupuk Kemandirian Batita (Bagian 2)


Silahkan bagikan artikel ini jika menurut anda bermanfaat bagi oranglain.