The Jungle Book


Film ini adalah pembuatan ulang film yang sudah pernah diproduksi tahun 1967, yang merupakan film petualangan dari Walt Disney Pictures. Film bercerita tentang anak manusia bernama Mowgli yang tinggal dan dibesarkan di dalam hutan bersama kawanan serigala dengan plot petualangan, perjuangan, aksi dan komedi. Alkisah terdapat hutan berisi binatang yang dapat berbicara satu sama lain, dan hidup dalam tatanan hukum hutan rimba (the jungle law)

Di awal cerita, dikisahkan bahwa Mowgli adalah anak laki-laki yang tertinggal di hutan karena ayahnya terbunuh oleh seekor harimau bernama Shere Khan. Sebelum terbunuh, ayah Mowgli sempat memberikan perlawanan dengan menyerang Shere Khan menggunakan obor api yang membuat luka bakar pada wajah sang harimau. Shere Khan pun pergi tanpa menyadari keberadaan Mowgli di dalam goa. Mowgli ditemukan oleh seekor macan kumbang berbulu hitam bernama Bagheera yang kemudian membawanya ke kawanan serigala yang dipimpin oleh Akela dan pasangannya bernama Raksha yang kemudian mengasuh Mowgli. Akela dan Raksha sangat menyayangi Mowgli seperti anak sendiri.

Seiring Berjalannya waktu, Mowgli pun tumbuh menjadi anak yang kuat dan pintar. Keberadaan Mowgli yang masih tinggal di dalam hutan diketahui oleh Shere Khan. Ternyata Shere Khan masih menaruh dendam kepada ayah Mowgli yang telah melukai wajahnya, sampai akhirnya Shere Khan mengancam Akela dan Raksha untuk menyerahkan Mowgli kepadanya. Akela dan Raksha pun tidak tinggal diam, mereka meminta Bagheera untuk membawa Mowgli ke desa manusia agar Mowgli aman. Akela dan Raksha sangat sedih dengan keputusan yang diambil, begitu juga dengan Mowgli merasakan hal yang sama, tetapi Mowgli menyetujuinya karena ia juga memikirkan keselamatan kawanan serigala yang sudah dianggap sebagai keluarganya dan ia pun berjanji akan datang untuk berkunjung.

Shere khan mendengar kabar kepergian Mowgli ke desa manusia membuat Shere khan marah dan berusaha mengejar dan menyerang Mowgli. Bagheera pun menggagalkan Shere Khan dan Mowgli berhasil melarikan diri.  Setelah terpisah dengan Bagheera, Mowgli sempat tersesat dan diserang oleh seekor ular pyhton bernama Kaa, tetapi Mowgli berhasil diselamatkan oleh seekor beruang madu bernama Baloo. Namun karena Baloo sudah menyelamatkan Mowgli, ia pun meminta balas budi untuk mengambilkan madu. Tetapi pada akhirnya Baloo menyadari kebaikan Mowgli dan merekapun menjadi teman baik.

Bagheera akhirnya menemukan Mowgli dan meminta Mowgli untuk melanjutkan berjalanannya ke desa manusia. Mowgli bertemu dengan orang utan bernama King Louie yang memberitahu bahwa Shere khan telah menyerang Akela. Mendengar berita tersebut, Mowgli memutuskan menemui Shere khan sambil membawa obor api yang ia ambil dari desa manusia. Mowgli tidak menyadari api pada obor yang ia bawa mengenai pohon-pohon di hutan yang mengakibatkan kebakaran hutan.

Cerita film petualangan non animasi ini sebenarnya memiliki banyak pesan moral di dalamnya, antara lain rasa kekeluargaan yang saling melindungi satu sama lain, rasa saling tolong menolong, serta ketegangan saat harus melarikan diri dari serangan Shere Khan dan mencari ide untuk mengambil madu di atas tebing. Namun demikian, pesan moral ini tidak mudah ditangkap oleh anak jika tidak ditemani dan dibimbing oleh orangtua. Salah satu adegan yang harus dijelaskan kembali oleh orangtua agar anak tidak salah dalam mencerna cerita tersebut adalah saat Baloo menolong Mowgli dan meminta balas budi kepada Mowgli dengan mencarikannya madu. Orangtua harus menjelaskan kembali bahwa dalam menolong orang tidak boleh mengharapkan balas budi. Menolong sesama harus ikhlas tanpa mengharapkan pamrih apapun. Bagi penonton usia 10- 15 tahun, mungkin sudah dapat lebih dicerna.

Pada film ini berisi banyak jenis bintang yang hidup di dalam hutan dan memperlihatkan keindahan dan keasrian hutan. Hal ini adalah kesempatan baik untuk mengenalkan pada anak berbagai macam jenis makhluk hidup baik dalam bahasa Indonesia maupun bahas inggris. Orangtua juga dapat menjelaskan kepada anak mulai sejak dini betapa pentingnya hutan untuk keberlangsungan hidup para makhluk hidup sehingga hutan perlu dijaga kelestariannya. Film ini juga tidak membuat bosan orangtua yang mendampingi anaknya sebab orangtua akan terbawa suasana kagum pada keindahan alam yang ada.

Yang juga menarik dalam film ini adalah saat api melahap hutan dengan cepat dimana keindahan hutan serta isinya hilang seketika saat terjadi kebakaran hutan. Orangtua dapat mengajarkan kepada anak untuk tidak bermain api dan berhati-hati dengan api karena berbahaya.

Film ini dapat menjadi salah satu pilihan yang baik untuk mengajarkan rasa kekeluargaan dan saling membantu pada orang lain. Namun demikian, anak perlu didampingi oleh orangtua karena ada bagian yang mungkin sulit dicerna oleh anak antara lain saat pertarungan kaum serigala bersama-sama melawan Shere Khan. Walaupun sifatnya membantu tetap saja kekerasan tidak menjadi salah satu solusi dalam menyelesaikan suatu masalah. Sifat pendendam yang dimiliki oleh Shere Khan tidak baik di contoh.Hal seperti itu harus dijelaskan kembali kepada orangtua kepada anak. Walaupun film ini diperankan oleh seorang anak, orangtua tetap harus mendampingi anaknya saat menonton film ini agar anak dapat memahami dengan benar alur cerita dan pesan moral yang diajarkan dalam film tersebut.

 

Keterangan:
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tidak memiliki kerja sama dalam bentuk apapun dengan pihak pengembang tayangan / game yang bersangkutan.


Sumber Gambar:
http://google.com

 

Penulis: Dr. Devina Angela

Reviewer: Dr. Catharine Mayung Sambo, Sp.A


Silahkan bagikan artikel ini jika menurut anda bermanfaat bagi oranglain.