Keamanan Menggunakan Internet bagi Anak


Internet-Safety-Edit1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Anak-anak generasi masa kini merupakan generasi digital native, yaitu mereka yang sudah mengenal media elektronik dan digital sejak lahir. Paparan terhadap internet dan media digital pada anak-anak ini tidak dapat dihindarkan; selain itu, internet dapat menjadi sarana mencerdaskan anak karena menghubungkan anak dengan berbagai sumber informasi. Web merupakan salah satu sarana yang dapat anak-anak gunakan untuk mencari bahan untuk menulis tugas sekolah, berhubungan dengan teman, bermain game, dan mengikuti tren masa kini. Namun menggunakan web bukannya tanpa bahaya, terutama untuk anak dan remaja, antara lain materi yang tidak pantas, pencurian identitas, dan cyberbullying. Oleh karena itu, anak dan orangtua perlu pandai-pandai memanfaatkan media digital dan menghindari efek negatifnya.

 

Beberapa tips dalam menciptakan keamanan saat menggunakan internet

  • Batasi screen time anak Anda

Screen time adalah waktu yang digunakan untuk menggunakan komputer, menonton televisi, ataupun bermain video games. Berbagai ahli menganjurkan screen time tidak lebih dari 2 jam setiap hari untuk anak yang berusia lebih dari 2 tahun. Makin banyak waktu yang dihabiskan anak di dunia maya, makin besar peluang untuk terpapar materi yang tidak sesuai usia atau mengalami perlakuan salah oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Remaja, seperti orang dewasa, dengan cepat dapat mengalami adiksi terhadap internet. Hal ini tidak sehat, dan waktu yang dihabiskan dengan menyendiri memandangi layar komputer lebih baik digunakan untuk bergaul dengan teman sebaya ataupun melakukan aktivitias fisik.

  • Awasi komputer dan gadget yang digunakan anak

Aktivitas online anak Anda akan lebih mudah diawasi apabila penggunaan komputer dan gadget dilakukan di tengah rumah Anda, misalnya di ruang keluarga atau ruang makan. Hindarkan anak menyendiri dan bermain komputer atau gadget di kamar tidur mereka.

  • Telusuri aktivitas anak di dunia maya

Anda dapat memonitor situs web yang pernah dikunjungi, dan pastikan anak Anda tidak mengunjungi situs yang tidak sesuai usia. Saat ini telah terdapat program piranti lunak penyaring (web-filtering) yang dapat membantu orangtua dalam melakukan scan ataupun memblok alamat website yang mengandung materi seksual, kekerasan, maupun fitur lainnya yang tidak sesuai untuk anak, misalnya ruang chatting tanpa pengawasan dan iklan untuk situs web tertentu.

  • Komunikasi yang terbuka

Diskusikan keamanan internet dan perilaku di dunia maya yang bertanggung jawab dengan anak Anda. Beritahu dengan jelas jenis situs mana yang dapat dikunjungi oleh anak dapat dan mana yang harus dihindari. Ajarkan anak apa yang harus dilakukan apabila mendapat ancaman atau pelecehan melalui surat elektronik (surel) atau pesan elektronik lainnya: jangan merespons pesan tersebut, laporkan atau blok pengirim pesan, catat nama atau alamat surel pengirim pesan, segera keluar dari internet, dan beritahu orangtua atau orang dewasa lain yang dapat dipercaya, misalnya guru.

  • Tambah pengetahuan Anda

Sulit untuk menetapkan peraturan bila Anda tidak mengerti apa itu blog atau bagaimana cara menggunakan Twitter atau Facebook. Luangkan waktu untuk melihat situs yang pernah dikunjungi anak.

 

Hal-hal yang dapat diajarkan pada anak mengenai keamanan internet

  1. Jangan pernah memberikan informasi pribadi sebelum mendapat izin dari orangtua. Hal ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, usia, ras, nama atau lokasi sekolah, atau nama teman. Beberapa situs memerlukan identitas orangtua untuk pengguna di bawah umur.
  2. Jangan berbagi kata sandi (password) dengan orang lain, bahkan dengan teman.
  3. Jangan pernah bertemu dengan teman yang dikenal melalui internet tanpa sepengetahuan orangtua. Akan lebih baik apabila orangtua menemani anak dan bertemu di tempat umum.
  4. Jangan memberikan respons terhadap pesan yang memberikan rasa tidak nyaman atau menyakiti perasaan. Jangan pedulikan pesan tersebut, stop komunikasi, dan beri tahu orangtua atau orang dewasa lain yang dapat dipercaya.

 

Pedoman penggunaan internet untuk anak menurut usia

  • Sampai usia 10 tahun

Anak pada usia ini memerlukan pengawasan dan pemantauan untuk memastikan mereka tidak terpapar pada materi yang tidak sesuai. Orangtua sebaiknya menggunakan piranti-piranti yang berguna untuk membatasi akses terhadap isi, situs, dan aktivitas di dunia maya, serta secara aktif terlibat saat anak menggunakan internet. Pada sebagian gadget, misalnya komputer tablet, tersedia fitur atau aplikasi untuk memblok isi yang tidak sesuai untuk anak.

  • Usia 11 sampai 14 tahun

Anak pada usia ini memiliki pengetahuan internet lebih banyak, namun mereka tetap perlu disupervisi dan dimonitor agar tidak terpapar materi yang tidak pantas. Program komputer yang menjaga keamanan saat menggunakan internet dapat memberikan akses yang terbatas terhadap isi dan website tertentu dan menyediakan laporan aktivitas internet sebelumnya. Anak pada usia ini juga perlu diberikan pengertian mengenai informasi pribadi apa saja yang tidak dapat diberikan melalui internet.

  • Usia 15 sampai 18 tahun

Anak pada usia ini hampir tidak mempunyai batasan pada isi, situs, atau aktivitas internet. Remaja lebih banyak memiliki pengalaman dalam internet, namun mereka tetap memerlukan orangtua untuk menetapkan pedoman yang aman. Orangtua harus dapat menolong mereka untuk mengerti pesan-pesan yang tidak pantas dan menghindari situasi yang tidak ama. Orangtua perlu mengingatkan remaja informasi pribadi apa yang tidak dapat diberikan melalui internet.

 

Penulis: Rosary, Amanda Soebadi (Ikatan Dokter Anak Indonesia)

 


Silahkan bagikan artikel ini jika menurut anda bermanfaat bagi oranglain.