Mencegah Anak Berperawakan Pendek


"Dok, anak saya kok tinggi badannya lebih pendek dibandingkan teman- teman seusianya. Apakah yang menyebabkan anak saya menjadi pendek?"

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan salah satu aspek penting bagi kesehatan anak. Perawakan pendek atau stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang sebagian besar disebabkan oleh masalah nutrisi. Orang tua  merupakan pihak yang sangat berperan dalam menentukan status nutrisi anak sehingga sangat penting bagi orang tua untuk mengetahui seputar perawakan pendek pada anak.

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hal yang seharusnya selalu dipantau pada setiap kunjungan ke dokter. Pemantauan pertumbuhan anak biasanya dilakukan dengan memplot berat badan dan tinggi badan ke dalam suatu kurva pertumbuhan. Seorang anak dikatakan pendek  jika tinggi badan atau panjang badan menurut usia lebih dari dua standar deviasi di bawah median kurve standar pertumbuhan anak WHO.

(Baca juga: Pentingnya Memantau Pertumbuhan dan Perkembangan Anak)

Perawakan pendek disebabkan oleh faktor lingkungan dan genetik. Lingkungan merupakan aspek penting yang masih dapat diintervensi sehingga perawakan pendek dapat diatasi. Faktor lingkungan yang berperan dalam menyebabkan perawakan pendek antara lain status gizi ibu, pola pemberian makan kepada anak, kebersihan lingkungan, dan angka kejadian infeksi pada anak. Selain disebabkan oleh lingkungan, perawakan pendek juga dapat disebabkan oleh faktor genetik dan hormonal. Akan tetapi, sebagian besar perawakan pendek disebabkan oleh malnutrisi.

Awal kehamilan sampai anak berusia dua tahun (periode 1000 Hari Pertama Kehidupan) merupakan periode kritis terjadinya gangguan pertumbuhan, termasuk perawakan pendek. Pada periode seribu hari pertama kehidupan ini, sangat penting untuk dilakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan secara berkala dan tentu saja pemenuhan kebutuhan dasar anak yaitu nutrisi, kasih sayang, dan stimulasi.

Apa yang dapat dilakukan orang tua untuk mengantisipasi perawakan pendek pada anak?​

  1. Upaya tindakan antisipasi perawakan pendek sebaiknya dimulai dari masa kehamilan. Bagi ibu hamil, upaya yang dapat dilakukan yaitu melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur, menghindari asap rokok dan memenuhi nutrisi yang baik selama masa kehamilan antara lain dengan menu sehat seimbang, asupan zat besi, asam folat, yodium yang cukup.
  2. Melakukan kunjungan secara teratur ke dokter atau pusat pelayanan kesehatan lainnya untuk  memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, yaitu     -setiap bulan ketika anak anda berusia 0 sampai 12 bulan

     -setiap 3 bulan ketika anak anda berusia 1 sampai 3 tahun

        -setiap 6 bulan ketika anak anda berusia 3 sampai 6 tahun

        -setiap tahun ketika anak anda berusia 6 sampai 18 tahun

  3.  Memberikan ASI eksklusif sampai anak anda berusia 6 bulan dan pemberian MPASI yang memadai

  4.  Mengikuti program imunisasi terutama imunisasi dasar.

     

Penulis    : Dr.Lina Ninditya

Reviewer: DR.Dr.Hartono Gunardi,Sp.A(K)

Ikatan Dokter Anak Indonesia

 

*catatan: tulisan bersumber dari makalah “Stunting in Indonesian Children”, oleh DR.Dr.Hartono Gunardi,Sp.A(K) dalam Simposium Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan : A New Concept in Pediatric Clinical Practice, bulan Februari 2016 di Hotel Borobudur.

 

Artikel Lainnya:

Perawakan Pendek pada Anak dan Remaja di Indonesia

Anak Perempuan Anda Pendek? Waspadalah!

Kualitas Hidup Remaja dengan Kondisi Penyakit Kronis


Silahkan bagikan artikel ini jika menurut anda bermanfaat bagi oranglain.