Laporan CDC dan WHO mengenai kampanye vaksin polio suntik di India


Penggantian semua vaksin Polio tetes yang mengandung sero tipe 1, 2 dan 3 (tOPV) menjadi  vaksin Polio tetes yang hanya mengandung sero tipe 1 dan 3 (bOPV) dalam kegiatan imunisasi rutin maupun imunisasi tambahan (SIAs) di negara-negara yang masih menggunakan OPV seperti India.

Tujuan penggantian tOPV menjadi bOPV adalah untuk menghentikan Kejadian Luar Biasa (KLB), cVDPV (circulating vaccine-derived polio virus) dan VAPP (vaccine-associated paralytic polio)  yang disebabkan virus Polio tipe 2 karena vaksin. Penarikan komponen tipe 2 tOPV merupakan bagian dari strategi  eradikasi Polio dunia tahun 2013 -2018.

Untuk membantu mengurangi risiko, semua Negara diminta untuk mengintroduksi paling tidak satu dosis IPV (Inactivated Polio Vaccine) dengan penyuntikan  ke dalam program Imunisasi rutin. Introduksi IPV akan membantu mengurangi risiko yang berkaitan dengan penghapusan OPV tipe 2, memfasilitasi penghentian penularan dengan menggunakan monovalent OPV tipe 2 jika terjadi KLB dan mempercepat Eradikasi karena IPV lebih meningkatkan perlindungan terhadap virus Polio tipe 1 dan 3.

Akhir-akhir ini di India diadakan lampanye massal vaksin polio suntik dengan dosis fraksional IPV (fIPV) yang diberikan pada 311.064 anak dan merupakan kampanye pertama penggunaan fIPV di dunia.

Baca selengkapnya di sini


Silahkan bagikan artikel ini jika menurut anda bermanfaat bagi oranglain.


Copyright © 2015, Ikatan Dokter Anak Indonesia, developed by PT Virtudraft Intermedia Telematika. All Rights Reserved