Penggunaan Popok Bayi dan Anak untuk Mencegah Infeksi Saluran Kemih

IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA

 REKOMENDASI

 No.: 002/Rek/PP IDAI/VI/2013

 

tentang

 

Penggunaan Popok Bayi dan Anak untuk Mencegah Infeksi Saluran Kemih

 

1.     Sebaiknya gunakan popok berbahan kain katun agar ventilasi lebih baik.

2.     Gantilah popok setiap selesai berkemih atau buang air besar.

3.     Bila menggunakan popok berbahan asam poliakrilat (disposable superabsorbent diapers) gantilah setiap selesai berkemih atau buang air besar.

4.     Bila menggunakan popok berbahan asam poliakrilat, gantilah sesering mungkin. Sebagai patokan, penggantian ini dapat dilakukan 2-3 jam sekali.

5.     Keringkan daerah kemaluan dan anus setelah pencucian dan penggantian popok  untuk mencegah lingkungan yang baik bagi perkembangbiakan kuman.

6.     Dapat juga digunakan sistem alarm untuk mengetahui perlu tidaknya penggantian popok, misalnya adanya perubahan warna popok bila terkena air kemih.

 

Referensi :

1.     Sugimura T, Tananari Y, Ozaki Y, Maeno Y, Tanaka S, Ito S, dkk. Association between the frequency of disposable diaper changing and urinary tract infection in children. Clin Pediatr. 2009;48:18-20.

2.     Fahimzad A, Taharian M, Dalirani R, Shamshiri A. Diaper type as a risk factor in urinary tract infection of children. Iran J Pediatr. 2010;20:97-100.

 

Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia

 

Disusun oleh: UKK Nefrologi IDAI