Melengkapi/ Mengejar Imunisasi (Bagian III)


mengejar-imunisasi ini fotooo

HiB

IMUNISASI HiB dapat berupa vaksin PRP-T (konjugasi) diberikan pada usia 2, 4, dan 6 bulan, dan diulang pada usia 18 bulan. Vaksin HiB juga dapat diberikan dalam bentuk vaksin kombinasi. Apabila anak datang pada usia 1-5 tahun, HiB hanya diberikan 1 kali . Anak di atas usia 5 tahun tidak perlu diberikan karena penyakit ini hanya menyerang anak dibawah usia 5 tahun. Saat ini, imunisasi HiB telah telah masuk program pemerintah, yaitu vaksin Pentabio produksi Bio Farma, vaksin HiB diberikan bersama DPT, Hepatitis B.

 

Pneumokokus

Imunisasi yang penting lainnya yaitu imunisasi Pneumokokus untuk mencegah infeksi kuman pneumokokus salah satu penyebab penting dari radang telinga, pneumonia, meningitis dan beredarnya bakteri dalam darah. Sayangnya, imunisasi ini belum masuk program pemerintah.

Imunisasi pneumokokus diberikan tergantung usia pasien (Table 2).

Tabel 2. Jadwal dan Dosis Pemberian Imunisasi Pneumokokus

 

Usia

Dosis dan Interval

Ulangan

2 - 6 bulan

3 dosis, interval 6 - 8 minggu

1 dosis, 12 - 15 bulan

7 - 11 bulan

2 dosis, interval 6 - 8 minggu

1 dosis, 12 - 15 bulan

12 - 23 bulan

2 dosis, interval 6 - 8 minggu

 

> 24 bulan

1 dosis

 

 

Rotavirus

Angka kejadian kematian diare masih tinggi di Indonesia dan untuk mencegah diare karena rotavirus, digunakan vaksin rotavirus. Vaksin rotavirus yang beredar di Indonesia saat ini ada 2 macam. Pertama Rotateq diberikan sebanyak 3 dosis: pemberian pertama pada usia 6-14 minggu dan pemberian ke-2 setelah 4-8 minggu kemudian, dan dosisi ke-3 maksimal pada usia 8 bulan. Kedua, Rotarix diberikan 2 dosis: dosis pertama diberikan pada usia 10 minggu dan dosis kedua pada usia 14 minggu (maksimal pada usia 6 bulan). Apabila bayi belum diimunisasi pada usia lebih dari 6-8 bulan, maka tidak perlu diberikan karena belum ada studi keamanannya.

 

Influenza

Vaksin influenza diberikan dengan dosis tergantung usia anak. Pada usia 6-35 bulan cukup 0,25 mL. Anak usia >3 tahun, diberikan 0,5 mL. Pada anak berusia <8 tahun, untuk pemberian pertama kali diperlukan 2 dosis dengan interval minimal 4-6 minggu, sedangkan bila anak berusia >8 tahun, maka dosis pertama cukup 1 dosisi saja.

 

Varisela

Vaksin varisela (cacar air) diberikan pada usia >1 tahun, sebanyak 1 kali. Untuk anak berusia >13 tahun atau pada dewasa, diberikan 2 kali dengan interval 4-8 minggu. Apabila terlambat, berikan kapan pun saat pasien datang, karena imunisasi ini bisa diberikan sampai dewasa.

 

Hepatitis A & Tifoid

Imunisasi hepatitis A dan tifoid diberikan pada usia lebih dari 2 tahun. Imunisasi hepatitis A diberikan sebanyak 2 dosis dengan interval 6-12 bulan. Imunisasi tifoid diberikan pada usia lebih dari 2 tahun, dengan ulangan setiap 3 tahun. Vaksin tifoid merupakan vaksin polisakarida sehingga di atas usia 2 tahun.

 

(Bersambung...)

Klik di sini untuk melihat bagian 1

Klik di sini untuk melihat bagian 2

Klik di sini untuk melihat bagian 4

 

Penulis: Kusnandi Rusmil (Ikatan Dokter Anak Indonesia)

 

Catatan: Artikel pernah dimuat di harian Kompas, kolom klasika, tanggal 26 April 2015


Silahkan bagikan artikel ini jika menurut anda bermanfaat bagi oranglain.