MMR Tidak Menyebabkan Autisme (Bagian 2)


Bagaimana penelitian penggunaan imunisasi MMR pada masyarakat luas?

Madsen, dkk melakukan penelitian di Denmark yang meliputi bayi yang lahir antara Januari 1991 sampai Desember 1999. Dari 537.303 anak yang diteliti, 440.655 di antaranya mendapat vaksin MMR. Penelitian yang dipublikasi dalam The New England Journal of Medicine pada 2002 itu menyatakan bahwa kejadian autisme ataupun autistic-spectrum disorders (ASD) pada kelompok yang mendapat MMR dan kelompok yang tidak mendapat MMR tidak berbeda alias sama.

Apakah MMR dapat menyebabkan kemunduran dalam perkembangan bicara anak?

Tidak. Imunisasi MMR tidak menyebabkan kemunduran perkembangan anak. Hal ini dapat dilihat dari penelitian tentang kemunduran/ regresi perilaku atau perkembangan pada autism dan hubungannya dengan imunisasi MMR. Penelitian ini dilakukan di Amerika oleh Collaborative Programs of Excellence in Autism yang didukung oleh The National Institute of Child Health and Human Development (NICHD) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Penelitian yang dilakukan pada 12 universitas terkemuka di Amerika ini dimuat dalam Journal of Autism and Developmental Disorders pada 2006, meneliti 351 anak dengan ASD (dengan dan tanpa regresi) dan 31 anak yang khas memperlihatkan kemampuan komunikasi sosial lalu diikuti hilangnya kemampuan tersebut. Hasil penelitian tersebut adalah tidak ada bukti bahwa ada hubungan antara regresi perkembangan pada autisme dengan imunisasi MMR.

contoh watermark

 

Apakah imunisasi MMR menyebabkan autisme pada anak-anak Asia?

Imunisasi MMR tidak menyebabkan autisme pada anak Asia. Honda dan kawan-kawan meneliti angka kejadian ASD pada anak berumur sampai 7 tahun di Kohoku Ward (dengan populasi sekitar 300.00 orang), suatu daerah di Yokohama, Jepang. Imunisasi MMR di Yokohama menurun drastis mulai 1988 sampai 1992. Pada 1993, imunisasi MMR dihentikan sama sekali. Namun, ternyata kerjadian kumulatif ASD pada anak sampai umur 7 tahun meningkat secara bermakna pada kelompok anak yang lahir antara tahun 1988-1996. Peningkatan yang amat drastic terjadi pada anak yang lahir setelah 1993, yang justru tidak mendapat imunisasi MMR. Penelitian ini menyimpulkan bahwa imunisasi MMR sangat tidak mungkin menjadi penyebab ASD. Kesimpulan lain adalah penghentian imunisasi MMR pada Negara-negara yang menggunakannya tidak akan menurunkan angka kejadian autism.

Penggunaan vaksin MMR di dunia

Saat ini, diperkirakan sebanyak 500 juta dosis vaksin MMR telah digunakan di seluruh dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan imunisasi MMR dengan cakupan minimal 95 persen untuk membasmi penyakit tersebut.

Jadwal imunisasi MMR

Ikatan Dokter Anak Indonesia pada tahun 2011 merekomendasikan imunisasi MMR pertama pada umur 15 bulan, yaitu 6 bulan setelah imunisasi campak. MMR dosis kedua dianjurkan diberikan pada umur antara 5 sampai 6 tahun.

Kesimpulan

Dari berbagai penelitian ilmiah yang sahih dan dapat dipertanggungjawabkan, imunisasi MMR tidak terbukti menimbulkan autisme ataupun autistic spectrum disorder. Imunisasi MMR berguna untuk mencegah penyakit campak, campak jerman, gondong, dan komplikasi yang dapat mengakibatkan kecacatan atau bahkan kematian.

 

klik di sini untuk melihat bagian 1

 

Penulis: Hartono Gunardi (Ikatan Dokter Anak Indonesia)

Catatan: Artikel ini pernah dimuat di Harian Kompas tgl 15 September 2013 pada kolom Apa Kata Dokter.


Silahkan bagikan artikel ini jika menurut anda bermanfaat bagi oranglain.