Sekilas tentang Vaksin Dengue


Demam berdarah bukanlah penyakit yang asing lagi di telinga masyarakat terutama bagi mereka yang tinggal di daerah beriklim tropis. Penyebab tersering penyakit ini adalah virus Dengue yang memiliki 4 serotipe yakni DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4. Virus ini ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti, yang tersebar hampir di seluruh penjuru Indonesia. Infeksi virus Dengue bisa menyerang siapa saja baik anak-anak maupun orang dewasa.

Tahukan Anda bahwa Indonesia termasuk dalam negara hiperendemik dengue? Indonesia merupakan negara kedua di dunia dengan jumlah kasus demam berdarah tertinggi setelah Brasil. Selain itu, tahukah Anda infeksi Dengue di Indonesia menimbulkan beban ekonomi mencapai lebih dari 300 juta dolar AS per tahun atau setara Rp 3,9 triliun?

Oleh karena itu, untuk menurunkan angka kejadian serta beban ekonomi infeksi Dengue yang begitu tinggi diperlukanlah pencegahan dan pengendalian Dengue yang terintegrasi. Adanya vaksin Dengue pertama di Indonesia sejak tahun lalu memberikan pencerahan bagi pengendalian demam berdarah.

Vaksin Dengue adalah vaksin untuk mencegah infeksi Dengue atau mengurangi resiko seorang anak terkena infeksi Dengue yang berat. Seperti kita ketahui, infeksi Dengue sangat bervariasi dari yang ringan hingga berat. Manifestasi klinisnya bisa ringan seperti demam Dengue atau dengan manifestasi kebocoran plasma pada demam berdarah Dengue atau yang berat seperti syok sindrom Dengue yang dapat menyebabkan kematian pada beberapa kasus.

Vaksin Demam Berdarah Pertama di Dunia

Vaksin Dengue yang beredar saat ini adalah vaksin buatan Sanofi Pasteur yang telah menyelesaikan penelitian uji klinis fase III. Dr.Ari Prayitno,Sp.A(K) selaku tim anggota uji klinis vaksin Dengue di Indonesia menjelaskan, “Terdapat empat fase dalam tahapan uji klinis sebuah obat/vaksin. Fase III dilakukan utamanya untuk mengetahui efikasi (manfaat) dan keamanan vaksin Dengue. Fase IV adalah post-marketing surveillance yang merupakan pengamatan terhadap obat yang telah dipasarkan.”

Penelitian vaksin Dengue fase III sebenarnya sudah dilaksanakan sejak tahun 2011 di 2 tempat yaitu Amerika Latin dan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Pada fase ini uji klinis dilakukan pada anak-anak dengan populasi besar. Di Asia Tenggara penelitian fase III akan berakhir tahun 2017, namun efikasi dan keamanan sudah dapat dilihat sejak tahun 2015. Berdasarkan penelitian terakhir tersebut didapatkan bahwa secara umum vaksin ini mempunyai efikasi 56,5 % dan vaksin Dengue ini dapat menurunkan resiko perawatan rumah sakit sebanyak 80% serta mengurangi resiko menderita Dengue yang berat sebesar  93% bila diberikan pada anak diatas usia 9 tahun. Selain itu, vaksin ini juga memiliki keamanan yang baik terbukti dengan tidak ditemukannya efek samping yang berat.

Pada bulan September tahun 2016 lalu, vaksin Dengue pertama di dunia tersebut mendapat persetujuan dari BPOM. Sejak saat itu, vaksin Dengue tetravalen sudah resmi beredar di Indonesia. Indonesia merupakan negara kedua di Asia yang BPOMnya telah memberi ijin edar vaksin dengue. Saat ini terdapat 10 negara di dunia yang telah menyetujui penggunaan vaksin Dengue di antaranya Indonesia, Filipina, Vietnam, Thailand, Malaysia, Brazil, Puerto Rico, Meksiko, Honduras, dan Kolombia.

Usia berapa vaksin Dengue diberikan?

Berdasarkan hasil penelitian didapatkan vaksin ini memiliki hasil efikasi terbaik pada anak usia 9-16 tahun, sedangkan apabila diberikan di bawah usia 9 tahun akan meningkatkan resiko untuk dirawat karena infeksi dengue dan meningkatkan resiko mendapatkan dengue yang berat, khususnya pada anak dengan kelompok usia 2-5 tahun.

Jadi, vaksin Dengue dapat diberikan pada anak usia 9-16 tahun sebanyak 3 kali dengan jarak pemberian 6 bulan. Pemberian vaksin juga dapat dimulai kapan saja sejak anak berusia 9 hingga 16 tahun.

Jika anak sudah pernah terkena infeksi Dengue, perlukah vaksin Dengue?

Vaksin Dengue tetap dapat diberikan walaupun anak sudah pernah mengalami infeksi Dengue. Mengapa? Hal ini dikarenakan pada saat anak terinfeksi Dengue, hampir tidak mungkin anak tersebut terinfeksi 4 serotipe virus sekaligus. Biasanya anak hanya terkena satu serotipe virus saja pada satu kali infeksi. Dengan pemberian vaksin Dengue yang mengandung 4 serotipe, anak yang sudah terinfeksi akan tetap membentuk kekebalan terhadap serotipe lain yang belum menginfeksi anak tersebut.

Di mana mendapatkan vaksin dengue?

Karena vaksin Dengue belum masuk ke dalam program imunisasi nasional maka saat ini vaksin tersebut belum terdapat di Puskesmas. Saat ini, vaksin hanya terdapat pada klinik/rumah sakit terdekat atau pada praktek dokter anak swasta. Harga vaksin masih cukup mahal yaitu sekitar 1 juta rupiah per 1 kali pemberian vaksin. Namun, harga tersebut relatif lebih murah bila dibanding dengan biaya perawatan anak di RS jika terkena demam berdarah apalagi jika harus dirawat intensif di ICU.

Jadi, apakah perlu vaksinasi Dengue?

Ya, perlu. Ingat, infeksi Dengue dapat terjadi kapan saja dan pada siapa saja terutama di negara endemis seperti Indonesia. Tidak menutup kemungkinan anak dengan daya tahan tubuh dan gizi yang baik pun dapat terkena infeksi Dengue. Spektrum keparahan infeksi ini juga sangat luas dari yang ringan hingga berat, sehingga untuk setiap anak yang terinfeksi dengue, masih ada resiko untuk menderita dengue yang berat. Pemberian vaksin ini ditujukan untuk mengurangi resiko tersebut. Hal-hal tersebutlah yang semakin meningkatkan kebutuhan masyarakat akan vaksin Dengue.

Namun, Dr. Ari Prayitno, Sp.A(K) mengingatkan, vaksin hanya salah satu upaya mencegah infeksi Dengue. Kombinasi antara faktor-faktor yang dapat mengurangi penyebaran virus Dengue seperti pengendalian vektor nyamuk Aedes aegypti, perilaku hidup yang bersih dan sehat dan vaksinasi adalah pencegahan yang terbaik. Yuk, waspadai demam berdarah!

Sumber gambar : http://www.medscape.com/viewarticle/848775 

Penulis : Dr. Siti Rayhani Fadhila, BMedSc (Hons.)

Narasumber : Dr. Ari Prayitno,Sp.A(K)

Artikel ini dibuat berdasarkan wawancara dengan Dr.Ari Prayitno, Sp.A(K) pada tanggal 23 Januari 2017 di FKUI - RSCM.

Ikatan Dokter Anak Indonesia


Silahkan bagikan artikel ini jika menurut anda bermanfaat bagi oranglain.