Bila Anak Sesak Napas, Kapan Harus Dibawa ke Unit Emergensi?


Sesak napas merupakan keluhan yang paling sering menyebabkan orangtua meminta pertolongan tenaga kesehatan dan membawa anaknya ke rumah sakit. Sayangnya seringkali anak dibawa terlambat dan sudah berada dalam kondisi berat serta mengalami kondisi gagal napas. Gagal napas merupakan komplikasi sesak napas yang memerlukan bantuan napas segera dan berisiko mengalami kematian. Oleh karenanya orang tua harus mengetahui tanda awal gagal napas.

sesak napas 

Penyebab Sesak Napas

Sesak napas merupakan tanda awal gagal napas. Penyebab sesak napas sangat bervariasi, bisa karena proses infeksi, alergi saluran napas termasuk asma, tersedak benda asing, dan kelainan bawaan saluran napas. Sesak napas karena proses infeksi paru (pneumonia) merupakan penyebab kematian utama anak usia kurang dari 5 tahun. Pneumonia diawali dengan batuk, pilek dan panas badan, kemudian diikuti sesak napas yang makin berat. Sesak napas yang tiba-tiba misalnya karena tersedak benda asing biasanya lebih mengundang perhatian orangtua untuk segera membawa anaknya ke rumah sakit. Sesak napas yang awalnya ringan dan berkembang menjadi berat kadang-kadang luput dari perhatian orang tua dan tiba di rumah sakit dalam keadaan sangat berat dan sulit diatasi.

 

Mengenali Gejala Sesak Napas

Ada tiga hal penting yang harus diperhatikan untuk mengenali sesak napas pada anak,yaitu (1) penampilan, (2) upaya napas, dan (3) peredaran darah kulit.

Pada stadium awal sesak, penampilan anak akan tampak gelisah, rewel, atau menangis terus sehingga mengganggu makan, minum dan tidurnya, sedangkan pada sesak yang lebih berat anak akan tampak lemah dan mengantuk. Upaya napas anak pada sesak napas awal akan terlihat frekuensi napas lebih cepat dari biasanya disertai tarikan dinding perut bagian atas, bila sesak bertambah maka akan ditemukan tarikan dinding dada, kemudian cuping hidungnya kembang kempis. Pada penyakit tertentu dapat terdengar suara napas ngorok atau mengi.

Pada keadaan lebih lanjut maka frekuensi napas malah akan berkurang dan tarikan dinding dada melemah sampai menghilang yang menandakan anak dalam kondisi sangat lelah dan akhirnya dapat terjadi henti napas. Gangguan peredaran darah kulit terjadi pada keadaan sesak napas berat, gejala paling ringan adalah kulit telapak tangan dan kaki menjadi pucat dan berkeringat dingin, pada kondisi lebih berat akan timbul bercak kebiruan pada kulit yang pucat tersebut, dan bila pada kondisi ini tidak diberi bantuan napas memadai maka kulit tampak kebiruan merata, terutama di ujung jari dan telapak tangan serta kaki dan sekitar mulut.

Kenali sesak napas awal  sedini mungkin dan segera bawa ke fasilitas kesehatan yang memadai supaya dapat diberikan tatalaksana sesak napas sedini mungkin.

 

Menangani Sesak Napas

Bila sesak napas berat harus diberikan tatalaksana membebaskan saluran napas, memberikan bantuan napas dan sirkulasi darah, serta obat-obatan. Bila orang tua baru mengenali sesak napas dalam stadium lanjut dan berat, segera bawa anak anda ke ruang gawat darurat untuk dilakukan tatalaksana bantuan napas emergensi sampai dipersiapkan ke ruang rawat inap intensif.

Dengan pengenalan dan deteksi dini gagal napas oleh orang tua diharapkan tatalaksana sesak napas apapun penyebabnya akan  lebih optimal dan orangtua berpartisipasi dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian anak akibat sesak napas.

 

 

Penulis :

UKK Pediatri Gawat Darurat / Emergensi Rawat Intensif Anak

 

Catatan:

Artikel pernah dimuat di harian Kompas tanggal 4 Mei 2014, kolom Klasika


Silahkan bagikan artikel ini jika menurut anda bermanfaat bagi oranglain.