Tips Penghindaran Pencetus Alergi


Kalau anak-anak Ayah dan Bunda pernah didiagnosis memiliki asma atau rinitis alergi, nasihat utama yang selalu diberikan oleh dokter spesialis anak adalah “Penghindaran pencetus”. Penghindaran pencetus ini merupakan resep mujarab dalam menangani terjadinya asma atau rinitis alergi pada anak. Namun, apa saja yang termasuk penghindaran pencetus itu apakah Ayah dan Bunda sudah melakukannya dengan benar?

Baca juga : Apakah Anak Alergi Bisa Sembuh ?

Sebagai penyakit yang didasari oleh kondisi alergi, asma dan rinitis alergi akan mengalami episode gejala, seperti serangan asma berupa sesak napas dan mengi, batuk-batuk, bersin dan pilek, apabila terpajan dengan faktor pencetus. Maka dari itu, penghindaran pencetus merupakan upaya utama dalam tata laksana asma dan rinitis alergi. Dengan penghindaran pencetus yang adekuat, penyakit dapat dikendalikan.

Nah, bagaimana melakukan penghindaran pencetus itu? Faktor pencetus dapat terbagi dalam beberapa golongan, yaitu: pencetus hirupan, pencetus berupa makanan atau minuman, dan pencetus serbaneka, sebagai berikut



Baca juga : Anak Bersin di Pagi Hari, Gejala Apakah ?

Nah, beberapa langkah berikut dapat Ayah dan Bunda kerjakan untuk melakukan penghindaran pencetus.

  • Untuk pencetus hirupan:
  1. Beberapa anak alergi terhadap serpihan kulit atau air liur kering dari hewan berbulu, maka sebaiknya Ayah dan Bunda:
    • Tidak memelihara hewan berbulu atau unggas di dalam rumah.
    • Atau jika tidak dapat menjaga hewan peliharaan di luar rumah, jangan biarkan hewan peliharaan masuk ke dalam kamar tidur, dan jagalah pintu selalu tertutup.
    • Jangan gunakan karpet atau furnitur yang dilapisi kain.
  2. Banyak anak yang alergi terhadap tungau debu rumah, maka sebaiknya:
    • Simpan kasur dengan membungkus di dalam pelindung bebas debu.
    • Cuci seprai, selimut, sarung bantal/ guling dengan deterjen dan pemutih untuk membunuh tungau, setiap minggu.
    • Jagalah mainan di luar kamar, atau cucilah mainan setiap minggu dengan air panas atau air dingin dengan deterjen dan pemutih.
  3. Jika ada anggota keluarga yang merokok, ajak untuk berhenti merokok dan jangan merokok di dalam rumah atau mobil.
  4. Jika memungkinkan, jangan memasak dengan kayu bakar, minyak tanah, atau perapian.
  5. Hindari bau dan semprotan yang menyengat seperti parfum, bedak, cat, atau
  6. Sedot debu dalam rumah setiap 1 atau 2 minggu.

Baca juga : Perlukah tes alergi ?

  • Untuk pencetus berupa makanan/ minuman:
  1. Hindari makanan atau minuman berpengawet, dan makanan atau minuman lain yang dapat mencetuskan alergi, misalnya es, coklat, minuman dingin.
  • Untuk pencetus serbaneka:
  1. Banyak anak alergi terhadap bangkai atau sisa kecoak, maka sebaiknya:
    • Jagalah makanan atau sampah dalam tempat atau wadah tertutup.
    • Gunakan bubuk, gel, atau pasta beracun atau perangkap untuk membunuh kecoak.
    • Jika Ayah dan Bunda menggunakan semprotan untuk membunuh kecoak, jauhi ruangan sampai bau hilang.
  2. Bila udara dingin, lapisi hidung dan mulut dengan kain, serta memakai baju tebal.
  3. Batasi aktivitas fisik yang terlalu melelahkan bila dapat mencetuskan gejala batuk dan/atau sesak.

Dengan melakukan beberapa langkah pencegahan pencetus tersebut, diharapkan gejala klinis asma atau rinitis alergi dapat berkurang, dan mencegah timbulnya episode gejala di masa mendatang. Selamat mencoba dan salam hidup sehat….

Penulis : Dr. Madeleine Ramdhani Jasin, Sp.A

Reviewer : Dr. Darmawan Budi Setyanto, Sp.A(K)

Artikel lainnya :

Seputar kaligata pada anak

Perlukah anak batuk diperiksa rontgen dada ?

Flu, istilah yang rancu


Silahkan bagikan artikel ini jika menurut anda bermanfaat bagi oranglain.