Garuk, Cubit, Jimpit!


Perkembangan seorang anak tampak paling nyata selama tahun-tahun pertama kehidupannya. Umumnya, yang menjadi perhatian utama seluruh anggota keluarga adalah kemampuan gerak kasar dan bicara. Tengkurap, duduk, berjalan. Tertawa, mengoceh, memanggil. Walaupun tampak sepele, sebenarnya perkembangan gerak halus juga penting untuk diperhatikan. Keterampilan ini menunjukkan kemampuan anak menggunakan otot-otot kecil terutama di tangan, jari-jari, dan pergelangan tangan.

Ketika baru lahir, telapak tangan bayi lebih banyak berada dalam posisi menggenggam. Seiring dengan berjalannya waktu, sekitar usia tiga bulan, genggaman itu akan membuka. Ia siap untuk belajar memegang benda. Ini adalah langkah awal yang menjadi dasar kemahiran dalam kegiatan belajar di kemudian hari, seperti menulis, menggunting, dan memainkan alat musik.

garuk, cubit, jimpit

Ada tiga cara memegang benda sesuai usia dan tingkat kemahiran bayi:

  1. Bayi memegang benda dengan seluruh bagian telapak tangan, sementara jari-jari dikepalkan. Ia meraih dengan gerakan seperti menggaruk.
  2. Memegang dengan empat jari. Ketika bayi mulai mampu mengendalikan gerak tangan, umumnya ia segera berganti cara memegang dari menggenggam dengan jari mengepal menjadi pegangan dengan empat jari. Keempat jari memegang benda dengan disangga ibu jari. Kendali tangan menjadi lebih baik, namun masih goyah dan kurang efisien.
  3. Benda dijepit di antara telunjuk dan ibu jari. Kemampuan menjimpit timbul ketika keterampilan gerak halus sudah semakin mantap. Pada tahap ini anak sudah dapat memutar tombol, membalik halaman buku, membuka dan menutup ritsleting.

 

Jika anak Anda mengalami kesulitan menguasai keterampilan menjimpit, coba lakukan langkah-langkah berikut ini:

  1. Tunjukkan cara menjimpit yang benar pada anak, dengan hanya menggunakan ibu jari dan telunjuk untuk memungut benda kecil. Perjelas gerakan Anda ketika akan mengambil benda dengan cara merentangkan kedua jari tersebut sejauh mungkin sebelum melakukan jepitan. Ketiga jari yang lain dikepalkan ke telapak tangan, sehingga anak dapat melihat bahwa hanya ibu jari dan telunjuk yang digunakan mengambil benda.
  2. Berikan biskuit atau makanan kecil yang dapat dipegang sendiri oleh anak. Tawarkan kue ke arah ibu jari anak, dan tunggu sampai ia ingin meraihnya. Minta ia untuk memungut potongan kecil makanan dengan jarinya, walaupun mungkin ia sudah mampu makan dengan sendok atau garpu. Salah satu contoh makanan yang dapat diberikan adalah potongan buah kecil-kecil. Tanpa garpu, hanya ada satu cara untuk makan potongan buah tersebut satu persatu, yaitu dengan berlatih menjimpit.
  3. Arahkan anak untuk melukis di permukaan datar yang vertikal. Tempelkan kertas besar di dinding atau pintu. Memegang spidol atau kuas untuk menggambar di permukaan vertikal akan sedikit memaksa anak untuk menekuk tangannya ke belakang ke arah pergelangan tangan. Gerakan ini secara otomatis menyebabkan telunjuk dan ibu jari berada dalam posisi menjimpit.
  4. Sesekali, saat makan bermainlah dengan mie. Minta anak menarika satu helai mie dan memisahkannya dari helaian mie yang lain, agar ia berlatih dengan jari-jarinya.
  5. Ajari anak menarik tisu dari kotaknya, atau mengambil sedotan yang terpasang pada gelas kertas bertutup.
  6. Beberapa anak senang merobek kertas. Apabila anak Anda juga demikian, sediakan tempat sampah besar dan majalah tua untuk dirobek-robek. Jika ia lebih tertarik memasukkan hasil robekannya ke dalam mulut, ambil dan simpan semuanya kemydian coba lagi beberapa minggu kemudian.
  7. Ajari anak untuk melambaikan tangan dan bertepuk tangan. Kegiatan ini akan melatih pergelangan tangannya.
  8. Saat membacakan cerita, ajak anak untuk membantu Anda membalik halaman buku yang sedang dibaca.

 

Keterampilan gerak halus berkembang hanya dengan cara berlatih terus-menerus. Apabila sekelompok otot kecil dilatih untuk mengulang-ulang suatu pola gerakan, maka lama kelamaan gerakan tersebut akan menjadi otomatis. Lakukan dalam suasana bermain, agar tidak terasa seperti beban. Anda dapat menikmati waktu yang menyenangkan bersama anak, sambil mengasah keterampilannya. Selamat bersenang-senang!

 

 

Penulis: Catharine M. Sambo (Ikatan Dokter Anak Indonesia)

Catatan : Artikel serupa pernah dimuat di Kompas 25 november 2012, di Kolom Klasika, dengan judul berbeda, yaitu Merangsang kemampuan jari jemari bayi


Silahkan bagikan artikel ini jika menurut anda bermanfaat bagi oranglain.