Memandikan Bayi Prematur di Rumah


Lahir sebelum waktunya atau born too soon masih menjadi masalah di dunia, kurang lebih 15 % dari bayi lahir hidup adalah prematur. Bayi prematur atau neonatus kurang bulan (NKB) adalah bayi yang lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu, sedangkan bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat kurang dari 2500 gram. Dengan demikian, BBLR dapat prematur atau cukup bulan. Bayi prematur maupun BBLR mempunyai risiko untuk mengalami hipotermia atau suhu tubuh dibawah 36,50 C (pada pemeriksaan suhu di ketiak).Hipotermia sangat berbahaya karena hipotermia bisa menyebabkan kesakitan hingga kematian.

Penyebab Hipotermia

Bayi prematur lebih berisiko mengalami hipotermia karena lemak coklat ditubuhnya belum ada / sangat sedikit. Lemak coklat ini terbentuk pada akhir kehamilan trimester ketiga dan berfungsi dalam menghasilkan energi pada saat bayi kedinginan. Faktor risiko hipotermia lain pada bayi prematur adalah jaringan di bawah kulit yang masih tipis dan imatur (belum matang), sehingga kulit terlihat tipis, transparan, dan tidak dapat melindungi tubuh dari dingin secara optimal. Belum lagi, bayi prematur belum mempunyai kemampuan untuk menghangatkan tubuhnya dengan jalan menggigil, posisi frog position (katak) menyebabkan bayi tidak bisa merangkul atau midline position saat kedinginan dan cadangan gula yang tidak memadai di tubuhnya.

Hipotermia dapat terjadi melalui proses-proses sebagai berikut: konveksi (hembusan aliran angin dingin ke tubuh bayi), radiasi (temperatur udara sekitar yang dingin), konduksi (alas tempat tidur yang dingin), dan evaporasi (tubuh bayi yang lembab karena diliputi air seperti habis mandi). Dengan mengetahui keadaaan tersebut, kita sadari bahwa memandikan bayi prematur dapat menyebabkan hipotermia. Bayi prematur yang baru lahir biasanya tidak dimandikan segera, tetapi dapat ditunda hingga beberapa hari kemudian saat keadaan umumnya telah stabil. Selama tali pusat belum lepas, sebaiknya bayi diseka dan tidak dicelupkan ke dalam bak mandi. Memandikan bayi selain proses membersihkan tubuh bayi adalah tindakan yang dapat meningkatkan ikatan antara bayi dan orang tuanya, sehingga haruslah aman dan menenangkan kedua pihak dalam suasana tenang dan terkendali. Saat bayi di rumah sakit biasanya akan dimandikan oleh petugas kesehatan dan setelah dipulangkan baru orang tua biasanya akan merasa kurang percaya diri untuk melakukannya. Artikel ini akan membantu memandu orang tua untuk memandikan bayinya dengan cara aman.

 

Berikut ini adalah langkah-langkah memandikan bayi prematur:

  1. Siapkan perlengkapan mandi di dekat bak mandi dan ajak ayah atau anggota keluarga lain untuk menolong.
  2. Jaga suhu ruangan tidak terlalu dingin maupun hangat (suhu ruangan 24-270 C), tutup jendela dan sebaiknya tidak ramai/berisik dan ajak bicara bayi dengan suara lemah lembut mengenai langkah-langkah yang akan dilalui seperti membuka baju, menyelupkan badan dan lain-lain.
  3. Siapkan air hangat, periksa dengan siku ibu sebaiknya air tidak terasa panas ataupun dingin. Beberapa kepustakaan menganjurkan temperatur air mandi menyerupai suhu tubuh bayi (98,60 F) yaitu berkisar antara 99-1000 F (37,2-37,70C), bila menggunakan termometer untuk air.
  4. Buka baju bayi secara perlahan dengan memantau keadaan bayi, bila bayi merasa tidak nyaman mereka akan menguap, mengangkat tangan disertai membuka jari-jarinya, dan menangis. Sebaiknya kita menghentikan tindakan tersebut dan menunggu hingga bayi kembali ke posisi semula. Setelah semua baju terlepas hangatkan bayi dengan menyelimutinya/membedong secara longgar.
  5. Celupkan / ceburkan bayi secara perlahan ke dalam bak mandi dengan memegang kepala-bahu dan ke dua kaki bersama selimut atau bedongnya. Jaga kepala berada di atas air dengan memegang dasar kepala dan bahu sedangkan badan serta kaki terendam di air. Gunakan tempat duduk khusus untuk bak mandi ataupun alas anti licin. Perhatikan apakah bayi menunjukkan tanda tidak nyaman seperti di atas.
  6. Buka dan angkat selimut atau bedong dari dalam air. Bersihkan wajah tanpa sabun, bersihkan masing-masing mata dengan kapas yang berbeda dan telah dicelup di air bersih dengan gerakan arah dalam ke luar.
  7. Sabuni bayi dari bagian atas tubuh ke arah bawah, perhatikan daerah lipatan seperti leher, siku, lutut, dan lain-lain.
  8. Bilas dengan air bersih, angkat bayi dalam perlekatan kulit dan segera keringkan menggunakan handuk yang telah dihangatkan, kembali perhatikan daerah lipatan. Jangan lupa mengeringkan telinga dengan menggunakan handuk yang sama atau handuk kering lainnya.
  9. Bila bayi teraba dingin dapat dihangatkan dengan meletakannya di dada ibu dan dilakukan perlekatan antara kulit ibu dan bayi dengan Perawatan Metode Kanguru (PMK). Bayi diselimuti dan menggunakan topi.  Gambar 1: Perawatan Metode Kanguru
  10. Bayi dipakaikan baju kembali dan sebaiknya tidak menggunakan lotion, minyak, ataupun bedak.
  11. Mandikan bayi prematur anda tiap 2-4 hari sekali, dapat lebih sering bila bayi kerap gumoh, muntah atau terkena kotorannya. Kulit bayi prematur mudah kering bila dimandikan terlalu sering. Seka wajah bayi dan lipatan leher setiap hari.

Waktu yang tepat untuk memandikan bayi prematur

Mandikan bayi 30 menit sebelum minum berikutnya untuk mencegah kembung atau gangguan perut atau stomach upset. Setelah mandi bayi akan minum lahap dan tidur lelap.

Perawatan tali pusat

Gambar 2. Cara Pemakaian PopokBila bayi telah dipulangkan sebelum terlepasnya tali pusat maka harus dilakukan perawatan dengan cara bersih dan kering. Perawatan tali pusat bersih dan kering artinya tidak mengoleskan zat apapun atau membungkusnya tetapi harus terjaga kebersihannya. Bila tali pusat kotor karena terkena kotoran/feses, kencing/urin, ataupun lainnya maka harus dibersihkan dengan sabun dan air bersih atau alkohol 70 % terutama bagian dasar tali pusat. Popok ataupun diapers/popok sekali pakai dipakaikan di bawah tali pusat untuk mencegah kontaminasi dengan feses ataupun urin.

 

Kepustakaan

  1. Gomella, T.L., Cunningham, M.D., Eyal, F.G., et al. Neonatology: Management, Procedures, On-Call, Problems, Diseases, and Drugs. 7th Edition. Lange. 2013; 62:427-437
  2. Child Accident Prevention Trust. Bathtime Safety: Guidance From CAPT. 2014. Diunduh dari http://www.capt.org.uk pada tanggal 11 April 2014
  3. Meriter Hospital. At Home Preemie Care. 2014. Diunduh dari http://www.meriter.com pada tanggal 11 April 2014.
  4. The Maternal and Child Health Integrated Program  (MCHIP). Kangaroo Mother Care. 2012.
  5. Kaneshiro, N.K., Zieve, D., Umbilical cord care in newborns. 2011. Diunduh dari http://www.pennmedicine.org/encyclopedia/em_PrintArticle.aspx?gcid=001926 pada tanggal 11 April 2014

 

Penulis : Dr. Rosalina Dewi Roeslani, Sp.A(K)

UKK Neonatologi

Ikatan Dokter Anak Indonesia


Silahkan bagikan artikel ini jika menurut anda bermanfaat bagi oranglain.