Radang Lambung pada Anak (Bagian 1)

Bila anaknya divonis dokter terkena penyakit maag, biasanya ibu langsung bereaksi: Apa bisa, Dok, anak kecil terkena sakit maag?. Perlu diketahui bahwa sakit maag atau radang lambung atau gastritis menurut istilah kedokteran , bisa mengenai semua usia, dari bayi sampai kakek-nenek.

Lambung mengeluarkan asam lambung (HCl) yang berguna untuk mematikan bakteri yang masuk melalui mulut. Hampir semua kuman terbunuh di lambung, kecuali kuman tuberkulosis dan kuman yang menginfeksi lambung (Helicobacter pylori). Selaput lendir lambung memang didesain tahan terhadap asam. Hal tersebut terjadi karena ada keseimbangan antara faktor yang melindungi (protektor) dan faktor yang menyerang (agresor). Bila faktor agresor lebih unggul dari faktor protektor, terjadilah penyakit radang lambung, yang masyarakat awam mengenalnya sebagai penyakit maag. 

foto iritasi lambung

Apa saja faktor protektor itu? Bagian dalam lambung dilapisi lendir yang merupakan pelindung utama terhadap faktor agresor. Kemudian terdapat pula pengeluaran zat bikarbonat yang bersifat basa, yang dapat menetralisir asam lambung. Aliran darah ke lambung, yang memberikan nutrisi pada lambung, merupakan upaya mempertahankan keutuhan lapisan lendir lambung. Ketiga faktor pelindung ini harus berstruktur dan berfungsi baik.

Faktor agresor juga amat menentukan timbulnya radang lambung. Ibarat batu yang keras, bila ditetesi air terus-menerus, akan rusak juga. Faktor agresor yang bekerja terus-menerus akan menimbulkan peradangan juga. Beberapa obat merupakan faktor agresor. Obat penurun panas seperti asetosal dan ibuprofen dapat mengikis selaput lendir. Obat antialergi seperti prednisone juga dapat merusak lambung. Demikian pula obat antirematik, seperti piroksikam, juga dapat menyebabkan iritasi lambung. Oleh karena itu, pemakaian obat-obatan tersebut sebaiknya atas anjuran dokter agar efek sampingnya bisa diantisipasi. Paling tidak, minumlah obat tersebut pada saat perut penuh, yakni sesudah makan.

Radang lambung dapat juga disebabkan infeksi bakteri yang bernama Helicobacter pylori. Kuman ini bisa hidup dibawah selaput lendiri lambung. Selain menyebabkan radang lambung, kuman ini dapat menyebabkan tukak lambung dan usus dua belas jari, dan lebih jauh lagi dapat menyebabkan kanker lambung.

Makanan yang terlalu pedas dan makanan yang terlalu berbumbu juga dapat mengiritasi lambung. Demikian pula makanan yang dalam proses pembuatannya menggunakan bahan iritan seperti air abu, bleng, atau soda, the, kopi, dan alkohol. Makanan yang terlalu berlemak juga akan memperlambat pengosongan lambung yang akan memudahkan terjadinya iritasi lambung. Keteraturan makan juga penting. Upayakan makan 3 kali sehari dengan cemilan di antaranya. Jangan biarkan perut kosong terlalu lama karena asam lambung tetap ada dan makanan dapat menetralkan asam lambung. (bersambung)

 

(Bersambung...)

Klik di sini untuk melihat bagian 2

 

Penulis: Agus Firmansyah

Ikatan Dokter Anak Indonesia

Artikel pernah di muat pada Kompas, kolom klasika, tanggal 27 Januari 2013

Silahkan bagikan artikel ini jika menurut anda bermanfaat bagi oranglain.


Download ke PDF