Radang Lambung pada Anak (Bagian 2)

Penyakit radang lambung juga bisa terjadi bila anak mengalami infeksi berat, radang otak, atau luka bakar yang hebat. Anak yang dirawat di ICU sering mengalami radang lambung, bahkan tukak lambung yang disebut sebagai stress ulcer. Stres akan menyebabkan kadar hormon kortisol meningkat dalam darah dan menyebabkan terganggunya produksi lender (mucus) pada selaput lender lambung. Menipisnya faktor pelindung akan memudahkan perlukaan pada lambung.

foto-iritasi-lambung 2

Gejala radang lambung yang utama ialah nyeri pada ulu hati. Anak juga merasa mual, muntah, kembung, begah, cepat kenyang, dan rasa panas pada perut. Bila makin berat dapat disertai muntah darah. Nafsu makan anak jauh menurun dan bila berlangsung lama bisa terjadi penurunan berat badan. Bila gejala bertambah berat, anak bisa terbangun di malam hari karena mengalami sakit perut yang hebat. Gejala awal pada anak biasanya mual dan perubahan nafsu makan. Baru makan satu dua sendok anak sudah merasa kenyang dan bahkan kadang-kadang merasa nyeri pada lambungnya. Muntah darah terjadi bila iritasi lambung mengikis pembuluh darah. Sering kali gejala penyakit ini menyebabkan anak tidak bisa sekolah.

Gejala penyakit radang lambung mudah dikenali dokter tanpa perlu melakukan pemeriksaan tambahan. Bila tidak sembuh dengan pengobatan standar dan keluhan menjadi kronik biasanya di butuhkan pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan endoskopi sangat berguna untuk melihat secara langsung perlukaan pada lambung, seberapa parah perlukaannya dan sekaligus dapat mengambil sebagian jaringan lambung untuk diperiksa lebih lanjut, misalnya untuk mengetahui apakah kuman Helicobacter pylori sebagai penyebabnya.

Untuk mengetahui ada tidaknya infeksi lambung oleh kuman Helicobacter, tidak selalu harus dengan endoskopi. Saat ini tersedia beberapa pemeriksaan yang tidak invasif seperti pemeriksaan antigen kuman dalam tinja (Stool Test) atau pemeriksaan udara nafas untuk memeriksa hasil metabolisme kuman (Urea Breath Test). Namun, tidak perlu melakukan pemeriksaan ini kalau tidak ada keluhan, sebab Helicobacter pylori bisa juga merupakan kuman komensal pada lambung tetapi tidak menyebabkan penyakit.

Obat untuk mengatasi radang lambung terutama adalah obat yang dapat menetralisasi asam lambung atau menurunkan produksi asam lambung atau melapisi permukaan selaput lendir lambung.  Dikenal obat-obat seperti antasida, ranitidine, atau omeprazole. Untuk mengonsumsi obat-obat tersebut sebaiknya atas rekomendasi dokter. Pengobatan biasanya diberikan selama 8 minggu. Bila disebabkan infeksi Helicobacter pylori diberikan antibiotik ganda.

Penyakit radang lambung yang kronis tidak mudah diobati karena melibatkan pula perilaku dan gaya hidup. Sering kambuh dan sangat memengaruhi kualitas hidup anak. Yang penting ialah pencegahan. Teratur makan, pilih makanan yang tidak mengiritasi lambung, dan konsumsi obat atas rekomendasi dokter. [*]

 

 

Klik di sini untuk melihat bagian 1 

 

Penulis: Agus Firmansyah

Ikatan Dokter Anak Indonesia

Artikel pernah dimuat di Kompas, kolom klasika, tanggal 3 Februari 2013

Silahkan bagikan artikel ini jika menurut anda bermanfaat bagi oranglain.


Download ke PDF