Demam berdarah bukanlah penyakit yang asing lagi di telinga masyarakat terutama bagi mereka yang tinggal di daerah beriklim tropis dan subtropis. Penyakit ini disebabkan oleh virus Dengue yang memiliki 4 serotipe yakni DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4. Virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, yang tersebar hampir di seluruh penjuru Indonesia. Infeksi virus Dengue dapat menyerang siapa saja baik anak-anak maupun orang dewasa.

Tahukah Anda bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban penyakit demam berdarah dengue tertinggi di dunia?1 Selain itu, infeksi Dengue di Indonesia menimbulkan beban ekonomi dengan pembiayaan dari Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) menunjukkan bahwa klaim biaya perawatan pasien Dengue kepada BPJS pada tahun 2024 hampir mencapai Rp 3 triliun.2
Vaksin Dengue adalah vaksin untuk mencegah infeksi Dengue atau mengurangi risiko seseorang terkena infeksi Dengue yang berat. Seperti kita ketahui, infeksi Dengue sangat bervariasi gejalanya dari yang ringan hingga berat. Manifestasi klinisnya bisa ringan seperti demam Dengue atau dengan kebocoran plasma pada demam berdarah Dengue atau yang berat seperti syok sindrom Dengue yang dapat menyebabkan kematian pada beberapa kasus.
Sekilas Mengenai Vaksin Dengue
Vaksin dengue yang saat ini beredar adalah vaksin dengue TAK-003 buatan Takeda yang telah menyelesaikan penelitian uji klinis fase 3.
Penelitian vaksin TAK-003 fase 3 menunjukkan kemanfaatan secara umum 80,2% dan menurunkan risiko perawatan rumah sakit sebesar 90.4%, serta mengurangi risiko demam berdarah dengue (DHF) sebesar 85,9%. Selain itu, vaksin ini memiliki keamanan yang dapat ditoleransi dengan baik, efek samping meliputi nyeri ditempat suntikan, sakit kepala, nyeri otot, kemerahan ditempat suntikan, badan terasa lemah dan demam.3
Pada bulan Agustus tahun 2022 lalu, vaksin dengue TAK-003 telah mendapat persetujuan BPOM. Selain di Indonesia, vaksin tersebut juga telah mendapatkan persetujuan di negara endemis lainnya seperti Malaysia, Vietnam, Thailand, Brazil, Argentina, dan Colombia serta di negara-negara Eropa.
Usia berapa vaksin Dengue diberikan?
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan vaksin ini dapat diberikan pada anak usia 4 – 60 tahun. Vaksin dengue diberikan sebanyak 2 kali dengan jarak pemberian 3 bulan.
Di mana mendapatkan vaksin dengue?
Vaksin Dengue saat ini belum masuk ke dalam program imunisasi nasional. Vaksin dapat diperoleh di klinik/rumah sakit atau di praktek dokter anak swasta. Harga vaksin bervariasi tergantung dari harga dan pelayanan yang ditawarkan rumah sakit, namun tidak lebih dari 1 juta rupiah per 1 kali pemberian vaksin. Namun, harga tersebut relatif lebih murah bila dibanding dengan biaya perawatan anak di RS jika terkena dengue apalagi jika harus dirawat intensif di ICU.
Apakah perlu vaksinasi Dengue?
Ya, perlu. Ingat, infeksi Dengue dapat terjadi kapan saja dan pada siapa saja terutama di negara endemis seperti Indonesia. Tidak menutup kemungkinan anak dengan daya tahan tubuh dan gizi yang baik pun dapat terkena infeksi Dengue. Spektrum keparahan infeksi ini juga sangat luas dari yang ringan hingga berat, sehingga untuk setiap anak yang terinfeksi dengue, masih ada resiko untuk menderita dengue yang berat. Pemberian vaksin ini ditujukan untuk mengurangi resiko tersebut. Hal-hal tersebutlah yang semakin meningkatkan kebutuhan masyarakat akan vaksin Dengue.
Jika anak sudah pernah terinfeksi Dengue, perlukah mendapatkan vaksin Dengue?
Anak yang belum pernah mengalami infeksi dengue tetap perlu mendapatkan vaksinasi dengue karena infeksi alami biasanya hanya melibatkan satu dari empat serotipe virus dengue (DEN-1 hingga DEN-4), sehingga anak masih berisiko terinfeksi serotipe lainnya dikemudian hari. Dengan pemberian vaksin Dengue yang mengandung 4 serotipe, membantu membentuk kekebalan yang lebih lengkap dan menurunkan risiko terkena dengue berat akibat infeksi ulang dengan serotipe berbeda. Oleh karena itu, baik anak yang sudah maupun yang belum pernah terinfeksi dengue dianjurkan untuk mendapatkan vaksin demi perlindungan optimal.
Vaksin hanya salah satu upaya mencegah infeksi Dengue. Kombinasi antara faktor-faktor yang dapat mengurangi penyebaran virus Dengue seperti pengendalian vektor nyamuk Aedes aegypti, perilaku hidup yang bersih dan sehat dan vaksinasi adalah pencegahan yang terbaik. Yuk, waspadai dengue!
Ikatan Dokter Anak Indonesia
Sumber gambar : http://www.medscape.com/viewarticle/848775
Referensi :
- https://www.who.int/emergencies/disease-outbreak-news/item/2023-DON498#:~:text=Since%20the%20beginning%20of%202023,%2C%20South%2DEast%20Asia%2C%20Western diakses 18 Maret 2024
- Koalisi Bersama Lawan Dengue. (2025). Policy Brief: Beban Penyakit Dengue dan Penguatan Kepemimpinan Menuju Nol Kematian Dengue pada 2030. Oktober 2025.
- Ringkasan Karakteristik Produk QDENGA yang disetujui BPOM. 2025.
