Saat Lupus Menyerang Ginjal

Lupus nefritis adalah kondisi ketika penyakit lupus menyerang ginjal anak. Pada keadaan ini, sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh justru menyerang jaringan ginjal sendiri. Akibatnya, ginjal mengalami peradangan dan tidak dapat bekerja dengan baik. Ginjal memiliki tugas penting untuk menyaring darah, membuang racun, dan menjaga keseimbangan
cairan tubuh. Saat ginjal meradang, protein atau darah bisa bocor ke urine dan fungsi ginjal perlahan menurun.

Apa saja tanda yang perlu diwaspadai?
Gejala lupus nefritis pada anak sering muncul perlahan dan kadang dianggap sepele. Orang tua perlu waspada jika anak mengalami:

- Bengkak pada wajah, kelopak mata, kaki, atau perut

- Urine berbusa terus-menerus

- Tekanan darah tinggi

- Demam berkepanjangan

- Anak tampak mudah lelah dan lesu

Jika gejala-gejala ini muncul, sebaiknya anak segera diperiksakan ke dokter.

Mengapa lupus nefritis berbahaya?
Jika tidak ditangani sejak dini, peradangan pada ginjal dapat semakin berat. Awalnya ginjal hanya mengalami peradangan ringan, tetapi lama-kelamaan jaringan ginjal bisa rusak permanen. Kerusakan ginjal yang terus berlanjut dapat menyebabkan:
- Penurunan fungsi ginjal
- Penumpukan cairan dan racun dalam tubuh
- Tekanan darah semakin tinggi
- Hingga gagal ginjal
Karena itu, deteksi dini dan pengobatan yang tepat sangat penting untuk mencegah kerusakan ginjal lebih lanjut.

Pemeriksaan apa yang diperlukan?
Untuk memastikan adanya lupus nefritis, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:
1. Pemeriksaan urine: Dilakukan untuk melihat apakah ada protein, darah, atau sel abnormal dalam urine.
2. Pemeriksaan darah: Untuk menilai fungsi ginjal dan melihat tanda peradangan.
3. USG ginjal: Membantu melihat ukuran dan kondisi ginjal.
4. Biopsi ginjal: Pada beberapa kasus, dokter perlu mengambil sedikit sampel jaringan ginjal untuk mengetahui tingkat kerusakan dan menentukan terapi yang paling tepat.

Bagaimana perjalanan lupus nefritis?
Perjalanan penyakit biasanya dimulai dari munculnya gejala awal seperti bengkak atau urine berbusa. Setelah itu dilakukan pemeriksaan urine dan darah untuk membantu menegakkan diagnosis. Bila diperlukan, dokter akan melakukan biopsi ginjal agar dapat menentukan jenis dan tingkat keparahan lupus nefritis. Setelah diagnosis ditegakkan, anak akan mendapatkan
pengobatan untuk mengendalikan peradangan ginjal. Dengan pengobatan yang rutin dan kontrol teratur, banyak anak dapat mencapai kondisi remisi, yaitu saat peradangan terkendali dan fungsi ginjal membaik atau stabil kembali.

Apakah urine berbusa selalu berbahaya?
Tidak selalu. Kadang urine berbusa dapat terjadi sesekali, misalnya karena:
- Kurang minum
- Urine terlalu pekat
- Setelah banyak bergerak

Namun, jika urine berbusa muncul terus-menerus, terutama disertai bengkak atau tekanan darah tinggi, kondisi ini perlu diperiksakan karena bisa menjadi tanda kebocoran protein akibat gangguan ginjal, termasuk lupus nefritis.

Deteksi dini menyelamatkan ginjal anak
Orang tua memiliki peran penting dalam mengenali tanda-tanda awal gangguan ginjal pada anak. Jangan menunggu gejala menjadi berat. Segera periksa ke dokter jika anak mengalami:
- Bengkak pada wajah atau kaki
- Urine berbusa menetap
- Tekanan darah tinggi
- Mudah lelah tanpa sebab jelas
Pemeriksaan lebih awal dapat membantu mencegah kerusakan ginjal permanen dan menjaga kualitas hidup anak tetap baik.

Pesan penting: Deteksi dini, pengobatan tepat, dan kontrol rutin dapat membantu melindungi ginjal anak di masa depan.

UKK Nefrologi Ikatan Dokter Anak Indonesia

Silahkan bagikan artikel ini jika menurut anda bermanfaat bagi oranglain.