Pentingnya Perawatan Kulit pada Anak dengan Dermatitis Atopik


Dermatitis atopik atau yang dikenal masyarakat sebagai eksim susu, merupakan penyakit kulit tersering pada bayi dan anak. Dermatitis atopik adalah radang kulit berulang yang disertai gatal pada bayi dan dan anak. Kelainan kulit berupa bintil-bintil kemerahan, gatal, yang kemudian bila berlangsung lama (kronik), kulit menjadi kering, bersisik, luka-luka atau menebal dan menjadi kehitaman. Daerah yang terkena biasanya di kedua pipi, lekuk siku dan lekuk lutut. Dermatitis atopik dapat menimbulkan frustasibaik bagi penderita, orangtua maupun dokter yang menanganinya. Walaupun demikian, dengan tata laksana yang adekuat kelainan ini dapat diatasi.

 dermatitis atopik

Penyebab Dermatitis Atopik

Penyebab dermatitis atopik belum diketahui pasti. Biasanya terdapat faktor alergi turunan dalam keluarga atau pasien. Kelainan kulit juga dapat terjadi karena alergi, misalnya alergi terhadapat makanan (susu sapi, telur ayam, ikan laut, kacang-kacangan, dan lain-lain) atau terhadap debu, serbuk sari, dan bulu binatang.

Mengobati dan Mencegah Dermatitis Atopik

Pada dasarnya, kulit penderita dermatitis atopik cenderung kering, mudah gatal dan lebih peka terhadap bahan iritan, pakaian kasar, berenda, wol atau sintetis, dan panas atau dingin yang ekstrem. Penting untuk mengidentifikasi kemudian menyingkirkan faktor yang memperberat dan memicu siklus gatal-garuk. Oleh karena itu prinsip pengobatan dermatitis atopik adalah menghindari bahan iritan dan faktor pencetus, mengatasi rasa gatal dan kekeringan kulit, serta mengatasi reaksi peradangan dan infeksi sekunder.

Beberapa tips sebagai penatalaksanaan maupun pencegahan umum berulangnya dermatitis atopik pada bayi dan anak adalah sebagai berikut.

  1. Mandi memakai sabun dengan pH netral dan yang mengandung pelembab; hindari pembersih antibacterial.
  2. Mandi air hangat 1-2 kali sehari dan tidak lebih dari 10 menit setiap kalinya.
  3. Mengoleskan krim steroid diberikan sesuai resep dokter dan bila sudah sembuh kulit harus dijaga kelembabannya dengan mengoleskan krim pelembab segera setelah mandi.
  4. Pakaian baru sebaiknya dicuci terlebih dahulu sebelum dipakai untuk membersihkan formaldehid atau bahan kimia tambahan.
  5. Mencuci pakaian dengan deterjen harus dibilas dengan baik.
  6. Selesai berenang harus segera mandi untuk membilas sisa klorin.
  7. Bayi dan anak jangan terlalu sering dimandikan, cukup dua kali sehari, jangan menggosok terlalu kuat.
  8. Jangan memakai pakian terlalu tebal, ketat, atau kotor, atau yang bersifat iritan (wol atau sintetik); bahan katun kebih baik.
  9. Pada bayi penting diperhatikan kebersihan daerah popok.
  10. Hindari makanan yang dicurigai menyebabkan kekambuhan dan lakukan diet sesuai petunjuk dokter.

Sebagai kesimpulan, dermatitis atopik atau eksim susu merupakan eksim yang sering kambuh, penyebabnya belum jelas, dan banyak faktor mempengaruhi kekambuhannya. Usahakan menjaga kebersihan kulit bayi dan anak, menghindari faktor penyebab kekambuhan, dan menjaga kulit tetap lembab dengan mengoleskan pelembab segera setelh mandi.

 

 

Penulis: Zakiudin Munasir dan Karina Komala

Ikatan Dokter Anak Indonesia

Artikel pernah dimuat di harian Kompas, Kolom Klasika, tanggal 15 Juni 2014.


Silahkan bagikan artikel ini jika menurut anda bermanfaat bagi oranglain.