Kolik pada Bayi (Bagian 2)

PENYEBAB lain adalah refluks gastroesofagus (GER). Pada bayi sering kali katup antara kerongkongan dan lambung belum sempurna fungsinya. Pada saat lambung terisi susu, katupnya tetap menganga sehingga mudah terjadi aliran balik dari lambung ke kerongkongan. Apalagi waktu pengosongan lambungnya masih lamban. Bila aliran balik tersebut cukup banyak, bias keluar melalui mulut yang kita kenal sehari-hari sebagai gumoh.

Nah, paparan asam lambung pada selaput lendir kerongkongan akan menimbulkan iritasi dan menimbulkan rasa sakit. Pada kondisi ini,bayi dianjurkan sendawa yang memadai setelah minum. Jangan langsung ditidurkan setelah minum. Bayi dianjurkan tidur dalam posisi kepala agak tinggi, sekitar 30-45 derajat. Pada bayi yang minum formula, bila gumoh tetap sering dapat diberikan formula yang dipekatkan. Caranya dengan membuat larutan kanji. Untuk setiap 100 ml air ditambahkan 1 sendok teh tepung beras; didihkan dan larutannya dapat digunakan untuk melarutkan formula. Karena formula yang dihasilkan lebih pekat, lubang dot agak dilebarkan agar bayi mudah menghisapnya. Tentu saja larutan kanji harus diganti tiap 24 jam untuk menghindari kontaminasi bakteri.

kolik infantil - foto artikel

Para ahli menduga pula kolik ada hubungannya dengan hubungan yang kurang harmonis antara ibu dan bayinya, misalnya ibu mudah marah. Demikian pula halnya dengan faktor lingkungan, diperlukan adaptasi dari lingkungan dalam Rahim dan lingkungan setelah dilahirkan. Desahan pembuluh darah ibu mungkin dikangeni bayi. Oleh karena itu, ada ahli yang menganjurkan rangsangan suara, pendengaran, raba, dan fisik dapat menenangkan bayi. Dengan menggendong bayi sambil digoyang-goyang dan dinyanyikan akan mengurangi kolik. Leluhur kita mengajarkan: kain digantungkan di antara dua pohon/tiang, taruh bayi diatas kain, goyangkan dan nyanyikan lagu untuk meninabobokan bayi. Bila perlu, ajak bayi dengan mobil mengelilingi kompleks perumahan kita, biasanya bayi akan berhenti menangis dan kemudian tertidur.

Terlepas dari semua itu, kolik pada bayi tidak berbahaya. Gejala akan menghilang dengan bertambahnya umur, setidaknya setelah usia 4 bulan. Tidak perlu diberi obat apa pun. Boleh dicoba memberikan larutan gula pasir. Larutkan 1 sendok teh munjung gula pasir dalam 100 ml air mendidih. Setelah dingin, dapat diberikan 1-2 ml pada bayi yang sedang kolik. Ternyata rasa manis gula pasir mempunyai efek analgesi, pereda rasa sakit.

Ibu yang mempunyai bayi kolik bias frustasi. Oleh karena itu, perlu dukungan suami dan kerabat lainnya. Bayi yang mengalami kolik juga mengalami trauma; rasa sakit yang dialami saat kehidupan awal dapat berdampak pada kehidupan lebih lanjut. Penelitian menunjukkan bayi dengan riwayat kolik waktu bayi mempunyai banyak keluhan psikologis di masa dewasa. Demikian pula, riwayat kolik pada bayi,  merupakan faktor resiko untuk mendapatkan keluhan saluran cerna yang bersifat fungsional (tanpa gangguan organik) di masa anak dan dewasa. Oleh karena itu, yang paling penting adalah ikatan kasih saying antara ibu dan anak. Menyusukan bayi secara eksklusif sampai 6 bulan merupakan metode terbaik pengasuhan bayi, termasuk mencegah kolik.

Sebagai kesimpulan, kolik pada bayi tidak berbahaya, tetapi dapat membuat ibu frustasi. Kolik akan mereda dengan sendirinya pada usia sekitar 4 bulan. Tidak ada obat apa pun yang dapat neredakan kolik. Susu formula hipoalergenik atau formula bebas laktosa dapat dicoba pada bayi yang minum susu formula. Akhirnya, hubungan ibu dan bayi yang harmonis merupakan kunci utama dalam pencegahan dan pengobatan kolik pada bayi. 

 

Penulis : Agus Firmansyah

Ikatan Dokter Anak Indonesia

Artikel ini pernah dimuat di Kompas, kolom klasika, tanggal 16 Desember 2012

 

Silahkan bagikan artikel ini jika menurut anda bermanfaat bagi oranglain.


Download ke PDF